Akurat
Pemprov Sumsel

Prabowo Soroti Kelompok yang Enggan Kerja Sama: Ibarat Tak Mau Bangun Jembatan tapi Gemar Mengkritik

Moehamad Dheny Permana | 8 April 2026, 16:12 WIB
Prabowo Soroti Kelompok yang Enggan Kerja Sama: Ibarat Tak Mau Bangun Jembatan tapi Gemar Mengkritik
Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan taklimat dalam Rapat Tahunan Pemerintah. (Akurat.co/Moehamad Dheny Permana)

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto menyinggung adanya kelompok masyarakat yang dinilai tidak mau diajak bekerja sama dalam membangun Indonesia ke arah yang lebih maju.

Menurut Prabowo, kelompok tersebut cenderung hanya mengkritik tanpa terlibat langsung dalam upaya pembangunan.

Meski demikian, ia menegaskan pemerintah tetap menghormati keberadaan mereka.

Hal itu disampaikan dalam Rapat Kerja Pemerintah bersama jajaran Kabinet Merah Putih, eselon I kementerian/lembaga, serta direktur utama BUMN di Istana Merdeka, Rabu (8/4/2026).

“Ada kelompok-kelompok di masyarakat, saudara-saudara kita juga, yang bisa dikatakan tidak mau bekerja sama. Kita hormati, tidak ada masalah,” ujar Prabowo.

Ia kemudian mengibaratkan jalannya pemerintahan seperti membangun jembatan di sebuah desa.

Dalam proses tersebut, menurutnya, selalu ada pihak yang tidak mau ikut terlibat.

Baca Juga: ASEAN Futsal Championship: Gol Menit Akhir Kalahkan Australia, Indonesia Juara Grup B

“Yang mau bangun jembatan, ayo kita bangun. Yang tidak mau, silakan. Tidak ada masalah,” katanya.

Namun, Prabowo mengaku heran karena pihak yang tidak ikut membangun justru kerap melontarkan kritik, bahkan disertai caci maki.

“Ada yang tidak mau ikut bangun, tapi terus mengkritik. ‘Kayunya salah, pakunya salah’. Tapi jembatannya tidak jadi-jadi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tetap akan bekerja untuk kepentingan rakyat, terlepas dari berbagai kritik yang muncul.

“Ya, mungkin saya dianggap salah. Tapi rakyat butuh jembatan, jadi kita bangun untuk rakyat,” lanjutnya.

Prabowo juga menyebut fenomena tersebut bukan hal baru, melainkan telah terjadi sejak lama dalam sejarah bangsa Indonesia.

“Sejak zaman penjajahan, selalu ada kelompok dari bangsa kita sendiri yang justru mempermudah pihak asing. Jadi ini bukan fenomena baru,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.