Strategi Golkar Menangkan Hati Rakyat: Lewat Pelembagaan dan Demokrasi Internal

AKURAT.CO Partai Golkar menerima kunjungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk membahas hasil penelitian terkait pelembagaan partai politik.
Pertemuan ini menjadi momentum bagi partai berlambang pohon beringin tersebut dalam memperkuat struktur organisasi menghadapi dinamika politik ke depan.
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menegaskan bahwa pelembagaan partai merupakan fondasi utama dalam membangun dan menjaga kepercayaan publik.
Menurutnya, kemampuan partai dalam memenangkan hati rakyat sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur internal yang solid dan terukur.
“Bagi kami, pelembagaan partai politik itu sangat penting karena kapasitas partai untuk memenangkan hati rakyat bergantung pada terpenuhinya sejumlah prasyarat,” ujar Sarmuji di DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (23/5/2026).
Sarmuji memaparkan tiga aspek utama yang menjadi indikator keberhasilan partai.
Pertama, citra partai di ruang publik yang tercermin dari kinerja kader, baik di legislatif maupun eksekutif di berbagai tingkatan pemerintahan.
Kedua, performa partai dalam menjangkau serta bekerja bersama masyarakat di tingkat akar rumput.
Ketiga, yang dinilai paling mendasar, adalah pengelolaan proses internal partai secara profesional.
Baca Juga: PDIP Kritisi Usulan KPK Soal Pembatasan Masa Jabatan Ketum Parpol: Bukan Ranah KPK
“Yang pertama adalah tampilan wajah partai di ranah publik. Kedua, bagaimana performa partai di akar rumput. Ketiga, bagaimana proses internal partai itu sendiri dikelola,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sarmuji menyebut Golkar terus berupaya menjaga demokrasi internal sebagai bagian dari pelembagaan partai.
Hal ini penting agar partai tetap menjadi ruang yang sehat bagi kader dalam bertukar gagasan dan berdebat secara konstruktif.
“Di Golkar, transaksi ide, gagasan, perdebatan, hingga proses pergantian kepemimpinan kita jaga agar berjalan secara ajeg dan demokratis,” tambahnya.
Ia menekankan, penguatan internal partai bertujuan agar organisasi mampu menyerap aspirasi masyarakat secara efektif dan mengonversinya menjadi kebijakan publik yang nyata.
“Semua aspirasi publik harus bisa dikonversi menjadi kebijakan melalui proses internal yang transparan dan demokratis,” tegasnya.
Melalui diskusi bersama BRIN, Golkar mengaku mendapatkan berbagai masukan strategis untuk menyempurnakan tata kelola organisasi, khususnya dalam meningkatkan partisipasi pengurus dan kualitas demokrasi internal.
“Masukan dari BRIN ini menjadi bahan penting bagi kami untuk memperkuat proses internal dan meningkatkan kualitas pengelolaan partai ke depan,” pungkas Sarmuji.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Sejumlah ilmuwan AS yang Terlibat Pengembangan Penangkal Nuklir dan Teknologi Antariksa Hilang Misterius
- 2Cara Daftar PHTC 2026: Syarat Lengkap, Link Resmi, dan Tips Lolos Seleksi
- 3Iran Keluarkan Pernyataan Resmi Menolak Perundingan Baru dengan Amerika Serikat
- 4Kenapa Ikan Sapu-sapu Dimusnahkan? Ini Bahaya dan Dampaknya bagi Lingkungan
- 5Pembukaan Sebagian Wilayah Udara Dimulai, AS Minta Warganya Segera Tinggalkan Iran
- 6Warga Amerika: Demensia Trump Makin Parah, Pernyataan-pernyataannya Makin Aneh!
- 7Bernie Sanders Kalah, Senat AS Tolak Dua Resolusi Blokir Penjualan Senjata ke Israel
- 8Setelah Kyiv Memperbaiki Pipa Minyak dari Rusia, Hungaria Akan Cabut Larangan atas Pinjaman Uni Eropa untuk Ukraina
- 9Tumbuh 8,2 Persen, Realisasi Investasi Hilirisasi Capai Rp147,5 Triliun di Triwulan Pertama 2026
- 10Jaminan Sosial Pekerja Rumah Tangga Adalah Hak, Bukan Pilihan










