Reshuffle Kabinet, IPR: Penguatan Komunikasi Jadi Fokus Utama Presiden Prabowo

AKURAT.CO Perombakan kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini dinilai berfokus pada penguatan strategi komunikasi pemerintah.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, menilai, langkah ini penting untuk meningkatkan penerimaan publik terhadap berbagai program pemerintah.
Menurut Iwan, komposisi reshuffle menunjukkan adanya evaluasi terhadap efektivitas komunikasi pemerintah selama ini.
“Jika dilihat dari formasi reshuffle kabinet yang dilakukan hari ini, memang menyasar pada penguatan dan penataan ulang komposisi komunikasi pemerintah,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Ia menilai, strategi komunikasi sebelumnya belum optimal dalam menyampaikan kinerja dan program pemerintah kepada masyarakat, termasuk dalam membangun citra positif.
“Komposisi dan strategi komunikasi yang tepat sangat menentukan citra serta penerimaan masyarakat. Dukungan dan legitimasi publik menjadi faktor kunci keberhasilan program pemerintah,” jelasnya.
Iwan juga menyinggung kinerja Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) yang belum genap satu tahun dibentuk. Menurutnya, lembaga tersebut masih dalam tahap penyesuaian.
Baca Juga: Pegadaian Gelar Tring Golden Run, Salurkan Donasi Rp1,25 Miliar
“Bakom yang dibentuk menggantikan lembaga sebelumnya memang belum menunjukkan kontribusi signifikan. Kemungkinan masih dalam proses adaptasi,” tuturnya.
Meski demikian, Iwan menilai reshuffle kali ini belum sepenuhnya menjawab ekspektasi publik.
Ia menyoroti sejumlah kementerian dan lembaga yang masih menjadi perhatian masyarakat, namun belum tersentuh perombakan.
“Beberapa kementerian seperti BGN, Kementerian Pariwisata, dan Kementerian Luar Negeri masih menjadi sorotan, tetapi belum dilakukan perubahan,” katanya.
Iwan berharap penunjukan M. Qodari di Bakom dapat membawa perubahan signifikan dalam strategi komunikasi pemerintah.
Ia juga berharap perombakan kabinet ini mampu mengurangi kegaduhan di ruang publik serta memperkuat fungsi kehumasan pemerintah.
“Kita berharap di bawah kepemimpinan Qodari, Bakom dapat menjalankan fungsi komunikasi pemerintah secara maksimal, mengurangi polarisasi, dan meningkatkan kepercayaan publik,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal










