Akurat Logo
Bank Indonesia

Bukan Anak Pejabat atau Orang Partai, Bedah Rahasia Popularitas Seskab Teddy

Moehamad Dheny Permana | 26 Juni 2026, 16:10 WIB
Bukan Anak Pejabat atau Orang Partai, Bedah Rahasia Popularitas Seskab Teddy
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.

AKURAT.CO Popularitas Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, dinilai semakin meroket. Bukan sekadar ramai di jagat maya tetapi juga terasa kuat dalam sejumlah pertemuan tatap muka belakangan ini.

"Saya heran sama orang ini, di media sosial ramai, di lapangan malah lebih ramai. Mau di kota besar sampai pelosok faktanya kenal dan suka sama dia," kata pengamat politik, Hendri Satrio atau Hensat, di Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Menurut Founder Lembaga Survei KedaiKOPI ini, popularitas seperti yang dimiliki Teddy biasanya berakar pada mesin politik atau posisi eksekutif yang jelas.

Baca Juga: Seskab Teddy: Fakta dan Data Valid, Kepercayaan Dunia Internasional ke Indonesia Meningkat

Namun, kasus Seskab Teddy berbeda. Menurutnya fenomena ini menunjukkan adanya kedekatan personal antara figur Teddy dan pengalaman sehari-hari publik, bukan sekadar efek kampanye atau pemberitaan sesaat.

"Padahal Teddy itu kepala daerah bukan, menteri yang punya program juga bukan, politisi juga bukan, anaknya pejabat bukan, punya partai pun enggak, anggota partai aja enggak, tapi dia sepopuler itu di masyarakat, pakai ajian apa ini orang? Ini pasti karena kinerja," ujarnya.

Meski begitu, dia menekankan bahwa ketiadaan afiliasi politik formal bukan berarti Teddy tidak punya daya tarik nyata di mata publik.

Dia melihat ada kerja halus di balik penerimaan publik, seperti konsistensi hadir di ruang-ruang rakyat, sigap menjawab isu-isu publik, dan kemampuan menjelaskan persoalan teknis dengan bahasa yang mudah dicerna. Kombinasi itu lebih efektif dibanding retorika birokratis yang jauh dari kehidupan lapangan.

"Baru-baru ini dia hadir mendampingi Pak Prabowo di acara NU di Madura, Jawa Timur, terus muncul kembali di hadapan sekitar seratus ribu petani dan nelayan di Gorontalo. Di kedua tempat itu dia hanya dipanggil saja masyarakat riuh, itu pentingnya kinerja terlihat dan nyata dirasakan bukan sekadar pidato janji-janji," tuturnya.

Hensat pun melihat, ketenaran Teddy bisa membuat politisi senior kelihatan kalah saing. Sebab popularitas itu merupakan bukti bahwa Teddy cepat memahami cara-cara menarik simpati publik di luar sekadar pidato atau bagi-bagi bantuan.

Baca Juga: Ditelepon Seskab Teddy, Said Iqbal Akan Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden Sore Ini

"Politisi senior saja enggak segitu populer; Teddy belum setahun jadi Seskab tapi sambutannya sudah ramai di lapangan. Para senior yang biasanya mengandalkan struktur partai dan jaringan lama pasti heran," ujarnya.

Dia menilai kehadiran Teddy yang berulang bukan sekadar formalitas. Menurutnya, Teddy memang tampak hadir untuk mendengar dan memberi perhatian nyata, sehingga ia cepat diterima di berbagai lapisan tanpa perlu mesin politik.

"Kalau seseorang bisa meraih penerimaan luas tanpa atribut partai atau mesin politik di belakangnya, itu menunjukkan kemampuan komunikasi dan kedekatan sosial orang itu mumpuni. Nah ini yang jarang ditemukan pada pejabat birokrasi era sekarang," katanya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.