Sikap Politik PDIP Disebut Abu-abu, Puan Membantah: Posisi Kita Jelas!

AKURAT.CO Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Puan Maharani, menegaskan, posisi politik partainya terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak bersifat abu-abu.
Pernyataan tersebut disampaikan Puan merespons sejumlah pihak yang meminta PDIP memperjelas sikap, apakah menjadi bagian dari pendukung pemerintah atau berada di luar pemerintahan.
"Posisi kita jelas," kata Puan usai menghadiri Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum DPP PKB, Jazilul Fawaid, meminta PDIP menentukan sikap secara tegas agar tidak menimbulkan kesan berada di antara posisi pendukung dan penyeimbang pemerintah.
"Saya berharap PDIP mengambil sikap yang tegas. Kalau memang berada di posisi oposisi, ya oposisi saja, jangan bersikap abu-abu," ujar Jazilul.
Menurut Jazilul, kepastian sikap politik penting agar tidak menimbulkan persepsi yang berbeda di tengah pelaksanaan program-program pemerintah.
“Sikap yang tegas tentu lebih kami hargai daripada mengatakan A tetapi yang dikerjakan B," katanya.
Baca Juga: Megawati Instruksikan Seluruh Kader PDIP Siaga Hadapi Ancaman El Nino hingga 2027
Ia menambahkan, partai-partai koalisi saat ini tengah fokus mengawal realisasi program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo.
Desakan serupa juga datang dari Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN).
Sekretaris Jenderal BM PAN, Slamet Aryadi, menilai sikap politik yang dinilai tidak konsisten berpotensi memunculkan ketidakpastian politik.
Ia juga menyinggung adanya dugaan keterlibatan PDIP dalam memobilisasi aksi demonstrasi mahasiswa.
Namun, dugaan tersebut belum disertai bukti dan belum mendapat tanggapan resmi dari PDIP.
"Jika benar mendorong gerakan tekanan politik, maka hal itu berpotensi menimbulkan ambiguitas," kata Slamet.
Sementara itu, Bendahara Umum Partai NasDem, Ahmad Sahroni, juga meminta PDIP bersikap tegas apabila memilih berada di luar pemerintahan.
"Kalau PDIP ingin di luar pemerintah, ya beroposisi secara total. Jangan sampai terkesan mendukung, tetapi ketika pemerintah menghadapi persoalan justru menyerang," ujar Sahroni.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








