Jokowi Kumpulkan Rekan Kuliah UGM, Persiapkan Sidang Ijazah Palsu

AKURAT.CO Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan dengan rekan seangkatannya di Fakultas Kehutanan UGM di kediamannya di Sumber, Banjarsari, Solo, Senin (20/7/2026).
Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk mempersiapkan diri dan para rekan seangkatannya untuk hadir dalam sidang tudingan ijazah palsu, sekaligus reuni kecil-kecilan yang dihadiri sekitar 8 orang termasuk teman Jokowi bernama Mulyono.
"Ya. Ya mempersiapkan diri dan rekan-rekan saya seangkatan untuk sidang," kata Jokowi.
Baca Juga: 15 Rekan Kuliah Jokowi di UGM Disiapkan Jadi Saksi dalam Sidang Kasus Dugaan Ijazah Palsu
Dia pun membenarkan saat kembali ditanya pertemuan tersebut dimaksudkan untuk persiapan persidangan kehadiran untuk sidang dugaan ijazah palsu.
"Iya, betul," jelas Jokowi.
Setelah itu, Jokowi bersama rekan angkatannya melanjutkan acara untuk pergi makan siang bersama.
Sebagai informasi, kasus hukum terkait tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) saat ini memasuki tahap persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.
Sidang ini menjerat sejumlah terdakwa, termasuk Tifauzia Tyassuma (Dokter Tifa) dan Roy Suryo, dengan agenda pembacaan tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas eksepsi para terdakwa. Pihak Jokowi memastikan akan hadir dan membawa ijazah asli sebagai bukti.
Sementara itu, sebanyak 15 rekan kuliah Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) di Universitas Gadjah Mada (UGM) disiapkan untuk menjadi saksi.
Baca Juga: Disamakan dengan Simbol "Injak Banteng", Jokowi Buka Suara Soal Ritual Kepala Kerbau di Lampung
Kuasa hukum Mustoha Iskandar dan Prono, Ade Darmawan, mengatakan, dua rekan kuliah Jokowi tersebut mendatangi kediaman Jokowi di Sumber, Banjarsari, Solo, Rabu (15/7/2026), untuk menyamakan kembali keterangan yang sebelumnya telah disampaikan kepada penyidik.
Menurut Ade, langkah itu dilakukan agar para saksi tetap konsisten dengan keterangan yang tertuang dalam berita acara pemeriksaan (BAP), mengingat pemeriksaan berlangsung lebih dari setahun lalu.
"Kami memastikan saksi-saksi ini bisa hadir semua tanpa terkecuali. Kami mengecek kondisi kesehatan, mengingat kembali apa yang disampaikan saat BAP, karena sudah lebih dari satu tahun. Yang terpenting adalah memastikan keterangannya tetap konsisten," kata Ade.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









