Akurat Logo

Kekuatan Finansial Jadi Bekal Jokowi Kembali Keliling Indonesia

Ayu Rachmaningtyas | 29 Mei 2026, 18:11 WIB
Kekuatan Finansial Jadi Bekal Jokowi Kembali Keliling Indonesia
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

AKURAT.CO Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan berkeliling Indonesia pada Juni mendatang dalam agenda bertajuk Jokowi Returns.

Menanggapi hal tersebut, Peneliti Senior Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Firman Noor, menilai, kekuatan utama yang masih dimiliki Jokowi saat ini berada pada aspek sumber daya finansial.

Sementara modal politik lain seperti gagasan, jaringan ideologis, maupun basis pengikut loyal dinilai tidak cukup kuat.

“Kekuatan yang masih dimiliki oleh Jokowi saya kira adalah modal keuangan. Tapi modal pemikiran, modal membangun jaringan ideologis, maupun pengikut loyal atas dasar gagasan itu tidak ada,” kata Firman Noor saat dihubungi Akurat.co, Jumat (29/5/2026).

Meski demikian, Firman menilai langkah Jokowi kembali aktif di ruang publik merupakan hal yang wajar dilakukan oleh tokoh yang masih memiliki modal politik.

“Ya saya kira itu hak setiap warga negara. Dan bagi mereka yang punya modal politik besar, tidak ada salahnya melakukan penjajakan seperti itu,” ujarnya.

Firman menilai figur-figur politik yang selama ini dikaitkan dengan Jokowi belum memiliki kematangan politik yang cukup untuk memperkuat pengaruh mantan kepala negara tersebut.

Menurutnya, pihak-pihak yang masih aktif mendekati Jokowi saat ini sebagian besar merupakan jaringan politik lama yang telah terbentuk sebelumnya.

Baca Juga: Astra Serahkan Rumah Layak Huni dan Luncurkan EcoBiz Desa Sejahtera Astra di Garut

“Sehingga sangat bisa dipahami kalau kemudian sisa-sisa kekuatan masa lalu saja yang masih cukup intens mendekati Pak Jokowi,” tuturnya.

Ia juga menyinggung bahwa figur-figur yang selama ini didorong Jokowi belum cukup matang secara politik.

“Figur-figur yang dimajukan oleh Jokowi juga bukan figur-figur yang matang. Jadi memang saya kira yang tersisa ya modal uang itu,” ucap Firman.

Menurut Firman, kondisi tersebut membuat sebagian partai politik besar tidak lagi menunjukkan antusiasme tinggi untuk mempertahankan kedekatan dengan Jokowi.

Mereka dinilai lebih memilih membangun hubungan dengan pusat kekuasaan baru di sekitar Presiden Prabowo Subianto.

“Makanya sedikit sekali partai-partai besar yang masih antusias untuk tetap berdekatan dengan dia (Jokowi),” katanya.

Firman menegaskan perubahan sikap partai politik terhadap Jokowi tidak terlepas dari hadirnya pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Prabowo.

Saat ini, partai-partai dinilai mulai mengalihkan fokus dan loyalitas kepada pemegang kekuasaan yang sedang berkuasa.

“Karena partai-partai besar tentu punya gagasan yang lebih mapan, pemikiran yang lebih luas, networking yang lebih bisa dipertanggungjawabkan, dan tentu saja lebih menjanjikan jika mendekati sumber kekuasaan kekinian yang ada di sekitar Pak Prabowo,” pungkasnya.

Baca Juga: Pompa Tidak Keluar Air? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya dengan Mudah

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.