Resmikan Monumen Kudatuli, Megawati Soekarnoputri: Demokrasi Harus Dijaga agar Sejarah Kelam Tidak Terulang

AKURAT.CO Demokrasi di Indonesia harus terus dijaga agar peristiwa kelam seperti Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli (Kudatuli) tidak kembali terjadi.
Demikian disampaikan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, saat meresmikan Monumen Kudatuli di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026).
Menurut Presiden ke-5 RI tersebut, pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa kekuasaan yang mengabaikan demokrasi hanya akan melahirkan penderitaan rakyat.
"Tolong ingat kata-kata seorang ibu. Bahwa yang namanya lebih baik kita ini berdemokrasi daripada keadaannya tidak benar," kata Megawati.
Ia berharap Monumen Kudatuli menjadi pengingat bagi seluruh bangsa mengenai pentingnya menjaga demokrasi dan semangat perjuangan.
Baca Juga: Peringati 30 Tahun Kudatuli, Megawati Titip 4 Pesan untuk Anak Muda: Kebenaran Pasti Menang
"Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Monumen Kudatuli ini saya resmikan. Terus pegang semangatnya dan perhebat api perjuangannya," Megawati berpesan.
Megawati mengatakan bahwa api perjuangan tidak akan pernah padam, selama rasa cinta terhadap Tanah Air tetap hidup di hati rakyat Indonesia.
"Api perjuangan itu saya selalu yakin tidak akan pernah padam selama rasa cinta kepada Tanah Air terus bergema di dalam dada sanubari kita," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Megawati juga menjelaskan filosofi monumen yang menggambarkan kesabaran revolusioner, yakni keyakinan, keteguhan, keberanian, dan kesabaran dalam menghadapi berbagai tantangan perjuangan.
Ia meyakini bahwa kebenaran pada akhirnya akan menang meski harus melalui berbagai ujian.
Baca Juga: Jurnalis Kenang Represi Orde Baru Saat Kudatuli, Nama Megawati Soekarnoputri Sempat Dilarang Ditulis
"Kalau kita yakin dalam kehidupan, maka harus punya keteguhan dan keberanian. Setelah itu kita tidak boleh putus asa. Kita harus punya kesabaran revolusioner. Saya yakin kebenaran pada akhirnya akan menang," jelas Megawati.
Sekadar mengingatkan, Kudatuli adalah sebuah peristiwa penyerangan Kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, pada 27 Juli 1996.
Insiden ini bermula dari perebutan kepengurusan partai antara kubu Megawati Soekarnoputri dan kubu Soerjadi yang didukung oleh rezim Orde Baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









