RI Gandeng JBIC Genjot Transisi Energi

AKURAT.CO - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto melakukan pertemuan bilateral dengan Gubernur Japan Bank for International Cooperation (JBIC) Hayashi Nobumitsu untuk membahas kerja sama transisi energi dan pemanfaatan sumber energi baru terbarukan sebagai bentuk penerapan energi hijau dan biru.
Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai usulan kegiatan untuk program transisi energi kerja sama Indonesia dan Jepang, khususnya sebagai tindak lanjut pembentukan Task Force untuk transisi energi dan infrastruktur.
Indonesia dan Jepang menyepakati pembentukan satuan tugas yang akan menjadi wadah kolaborasi pemangku kepentingan Indonesia dan Jepang dalam mempercepat pengembangan transisi energi dan infrastruktur pendukungnya.
Baca Juga: Proyek Proving Ground Raih Pendanaan Dari JBIC Senilai Rp882 Miliar
Kemudian Menko Airlangga dan Gubernur JBIC menyetujui segera diimplementasikan area kerja sama dalam Task Force, di antaranya PLTU Jawa digantikn dengan PLTA Pulau Kalimantan serta transmisinya, peningkatan efisiensi pembangkit listrik geothermal, sumber energi dan green and blue ammonia, Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS).
“Indonesia memiliki cadangan bahan baku besar untuk dapat dimanfaatkan sebagai CCUS, dan Jepang dapat menyediakan teknologi terbaru dalam pengembangan sektor ini di Indonesia,” kata Menko Airlangga dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (26/9/2023).
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Nobumitsu mengatakan bahwa JBIC akan terus mendukung langkah Indonesia dalam program transisi energi dan mitigasi perubahan iklim melalui pengembangan ekonomi ramah lingkungan (green growth).
“Kami percaya Indonesia punya banyak potensi dalam sumber daya energi baru, salah satunya biofuel. Banyak hal yang dapat kita kerjasamakan terkait hal itu, dan kami siap untuk terus mendukungnya,” ucap Gubernur Nobumitsu.
Oleh karena itu, aktivitas terkait transisi energi tersebut diharapkan dapat segera terimplementasi melalui Task Force yang telah dibentuk Indonesia dan Jepang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.











