Akurat
Pemprov Sumsel

Pemerintah Kejar Solusi Di Tengah Teror El Nino Yang Mengancam Ketahanan Pangan

Arief Rachman | 4 Oktober 2023, 22:24 WIB
Pemerintah Kejar Solusi Di Tengah Teror El Nino Yang Mengancam Ketahanan Pangan

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo (Jokowi) Memimpin Rapat Terbatas Mengenai El Nino di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/10/2023). Fenomena alam El Nino yang tengah melanda sebagian besar Indonesia adalah topik utama rapat ini. 

Dalam rapat yang dihadiri oleh berbagai jajaran pemerintahan, masalah seperti kekeringan, ketersediaan air bersih, kondisi pertanian, dan bagaimana mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibahas.

Dalam hal karhutla, ada 6.659 titik panas (hot spot) menurut data yang dirilis oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 2 Oktober 2023. 80 persen dari titik-titik ini mungkin berubah menjadi titik api yang membahayakan lingkungan dan kesehatan manusia.

Tambahan pula 267.000 hektare tanah telah terbakar. Di provinsi yang berpotensi menjadi titik rawan karhutla, pemerintah telah melakukan pemadaman api dan teknik modifikasi cuaca (TMC).

Baca Juga: Mengenal Lebih Jauh Fenomena Alam El Nino

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya menyatakan, hingga saat ini tidak ada pencemaran asap yang mencapai negara tetangga seperti Malaysia. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah telah berhasil mencegah haze transboundary, atau haze lingkungan lintas batas.

Fenomena El Nino dan perubahan iklim adalah masalah utama selama pertemuan tersebut. El Nino dan fenomena alam lainnya telah menyebabkan cuaca ekstrim di sebagian besar wilayah Indonesia. Kondisi ini membahayakan sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Namun, Indonesia tidak menyerah. Dalam upaya mereka untuk menemukan solusi masalah, sejumlah ilmuwan di negara ini berusaha untuk mengembangkan teknologi baru yang dapat meningkatkan ketahanan pangan.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, memperkirakan El Nino akan berlangsung secara moderat hingga akhir Oktober sebelum beralih ke musim hujan pada bulan November.

Kata dia, El Nino diprediksi akan berlangsung secara moderat hingga akhir tahun, melemah pada Februari-Maret 2024.

Namun, berita baiknya adalah bahwa angin muson dari arah Asia diharapkan dapat membawa hujan mulai November. Ini berarti, pengaruh El Nino akan berkurang secara bertahap, dengan sebagian besar dampaknya diharapkan teratasi pada November.

Baca Juga: Temui Asosiasi Eksportir Beras India, Mendag: Antisipasi El Nino, Indonesia Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Dari segi ketahanan pangan, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi menyampaikan, meskipun terjadi penurunan produksi utamanya di sektor tanaman pangan akibat El Nino, komoditas pangan di Indonesia masih dalam kondisi yang relatif baik.

Untuk mengantisipasi kelangkaan dan menjaga harga tetap terkendali, pemerintah telah melakukan impor komoditas tertentu.

Adapun, Dr. Ir. Nugroho Widiasmadi adalah salah satu pencipta teknologi Agrokonservasi Biosoildam MA-11 yang berusaha mengatasi masalah ini. Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan hasil panen meskipun cuaca ekstrim. Hasil panen dapat meningkat hingga dua kali lipat, biaya produksi dapat dikurangi hingga 70 persen dan tanah dapat dilindungi dari racun kimia.

Nugroho menerima Penghargaan Kalpataru 2023 sebagai pengakuan atas peran pentingnya dalam mengimbangi produktivitas ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.

Nugroho mengajar teknik di Universitas Wahid Hasyim dan juga bertanggung jawab sebagai ketua Yayasan ANSA untuk Festival Lingkungan, Iklim, Kehutanan, dan Energi Baru Terbarukan (LIKE), yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menjadi tempat untuk menampilkan teknologi Agrokonservasi Biosoildam MA-11 dan inovasi lainnya yang berkontribusi pada pengendalian perubahan iklim.

Baca Juga: Antisipasi El Nino, Bulog Sudah Impor Beras 1,6 Juta Ton

Festival LIKE 2023 juga merupakan platform bagi pemerintah Indonesia untuk mengeksplorasi potensi sumber daya energi baru terbarukan (EBT) dan mendorong penggunaan teknologi untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Presiden Jokowi hadir di acara tersebut, menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengatasi masalah lingkungan dan iklim global.

Keseluruhan, rapat terbatas ini mencerminkan peran penting pemerintah dalam menghadapi tantangan lingkungan dan iklim yang kompleks, serta upaya mereka untuk menjaga ketahanan pangan dan melindungi sumber daya alam Indonesia.

Dalam menghadapi El Nino dan dampak perubahan iklim, upaya kolaboratif antara pemerintah, ilmuwan, dan inovator menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.