Akurat
Pemprov Sumsel

Pedagang Minta Pemerintah Tutup Semua Toko Online, Warganet: Tutup Saja Pasar Tanah Abang

Jackobus Jack Newa | 10 Oktober 2023, 13:30 WIB
Pedagang Minta Pemerintah Tutup Semua Toko Online, Warganet: Tutup Saja Pasar Tanah Abang

AKURAT.CO Pedagang Tanah Abang masih merasa tidak puas karena penjualan mereka belum meningkat dan dianggap sepi pembeli setelah Tiktok Shop resmi ditutup.

Pedagang Tanah Abang melakukan protes lagi dengan menempatkan banyak poster untuk menuntut penutupan situs jual beli online. Selain itu, mereka meminta pemerintah untuk mengembalikan kejayaan Pasar Tanah Abang seperti sebelumnya.

Sejak hadirnya platform toko online, para pedagang offline mengatakan bahwa pendapatan mereka telah menurun drastis. Pedagang offline menunjukkan bahwa produk mereka memiliki kualitas yang sama, namun dari segi harga sangat jauh.

Baca Juga: Setelah TikTok Shop, Pedagang Tanah Abang Ngelunjak Minta Tutup Semua E-Commerce

Video yang menuntut pemerintah untuk melakukan hal yang sama dengan Shopee dan Lazada diunggah di media sosial. Salah satu video tersebut diunggah akun Instagram @folkshitt yang memperlihatkan seorang pedagang di Pasar Tanah Abang menulis poster yang ditujukan kepada pemerintah pada Senin, 9 Oktober 2023. Mereka menuntut agar pemerintah melakukan hal yang sama dengan Shopee dan Lazada.

"Tolong hapuskan Tiktok Shop, Lazada, Shopee. Tolong kami pak," tulisnya.

Video yang diunggah akun tersebut rupanya mencuri perhatian netizen, Bukannya raih simpati dari publik, pedagang di Pasar Tanah Abang malah dicibir netizen, Banyak komentar memenuhi kolom komentar postingan. Tindakan pedagang untuk menghapus semua aplikasi toko online menghasilkan berbagai tanggapan dari netizen

‘Mending tutup aja tanah abangnya’ tulis akun @iwan***

‘Dikasih hati malah minta dihakimi’ tulis akun @hi.bb***

‘Gak sanggup hadapi teknologi ya gini,mending balik ke jaman batu’ tulis akun @r1gu**

Tambahan informasi, usai TikTop Shop resmi ditutup, banyak warganet yang menyayangkan sikap para pedagang offline yang meminta toko online lain dihapus.

Hal ini dianggap tidak realistis karena banyak orang percaya bahwa rezeki tidak akan tertukar dengan adanya kemajuan teknologi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.