Sambangi Sederet CEO Silicon Valley, Menko Airlangga Tawarkan Kolaborasi Agar RI Jadi Digital Hub Asia

AKURAT.CO Rombongan Presiden Jokowi yang diwakili Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu sederet CEO Silicon Valley di sela acara KTT APEC di San Francisco.
Menko Airlangga berdiskusi dengan para CEO dari perusahaan-perusahaan besar di Silicon Valley di sela acara The CEO of the Silicon Valley – Luncheon yang diselenggarakan di Kampus Standford University, Palo Alto, selama kurang lebih 1 jam.
Para CEO Silicon Valey yang hadir antara lain Scott Cook (Founder and Chairman of Intuit, Director of eBay and Procter & Gamble), Julia D Hartz (Co-Founder and CEO of Eventbrite), Javier Olivan (COO of Meta, the mastermind behind Facebook's, WhatsApp), Jeff Williams (COO Apple Incorporated), Bret Taylor (Silicon Valley AI Entrepreneur; former Co-CEO of Salesforce and former Chairman of Twitter), Drew Houston (Board member of Facebook, co-founder and CEO of Dropbox), Divesh Makan (Founder of ICONIQ Capital, LLC), Tim Dattels (Partner of TPG and Chairman of TPG Asia).
Mereka adalah para pemimpin perusahaan dengan market-capitalization sebesar USD7,3 triliun atau setara dengan sekitar 6 kali PDB Indonesia yang sebesar USD 1,3 triliun atau di urutan kedua kalau dibandingkan dengan PDB negara-negara G20. Sebagai bandingan, PDB terbesar anggota G20 adalah Amerika Serikat yakni sebesar USD 25,46 triliun dan disusul China sebesar USD 17,96 triliun.
Menko Airlangga menyampaikan update ekonomi global dimana prospek pertumbuhan ekonomi global direvisi turun menjadi 3,0% pada 2023 dan 2,9% pada 2024. Namun di tengah situasi ketidakpastian dan perlambatan global, fundamental perekonomian Indonesia masih baik dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat dibandingkan negara lain.
Indonesia mampu mempertahankan pertumbuhan sekitar 5% selama tujuh kuartal berturut-turut dan yang terbaru pada kuartal III-2023 masih tumbuh 4,94%. Tingkat pertumbuhan ini disertai dengan tingkat inflasi yang terkendali di level 2,56% (YoY) di bulan Oktober 2023 dan membaiknya indikator-indikator sosial. Laporan Outlook Ekonomi dari IMF terbaru memperkirakan perekonomian Indonesia akan tumbuh sebesar 5% pada 2023 dan 2024.
Baca Juga: Menilik Kejatuhan Silicon Valley Bank Dan Dampaknya Ke Perbankan RI
Menko Airlangga juga menegaskan bahwa masa depan perekonomian sangat lekat dengan dua hal utama yaitu terkait dengan digitalisasi dan dekarbonisasi.
"Kita menyadari bahwa saat ini revolusi industri 4.0 telah mendisrupsi banyak aktivitas perekonomian. Ada Artificial Intelligence (AI), Robotisasi, ChatGPT yang bisa mendisrupsi pekerjaan manusia," kata Airlangga dikutip Jumat (17/11/2023).
Para pemimpin G20 dalam Leaders Declaration New Delhi, India, 9-10 September 2023 lalu, menurut Airlangga juga memberikan perhatian khusus terhadap AI untuk dimanfaatkan secara bertanggung jawab. Presiden Joko Widodo sendiri sudah mengatakan untuk tidak perlu takut dengan AI, karena meskipun belum terdapat regulasi, namun AI terus berkembang. Sebaliknya, perlu dilakukan antisipasi dengan menyiapkan kompetensi untuk menjadi AI Engineer dan Expert semaksimal mungkin.
Dunia juga menghadapi krisis perubahan iklim, dimana setiap negara harus melakukan tanggung jawab bersama dalam mengurangi emisi karbon.
"Saat ini, saya berada di pusat ekonomi digital dunia, bersama para pemimpin perusahaan teknologi terbesar di dunia. Wilayah ini juga merupakan pemimpin dalam upaya Dekarbonisasi, dimana Stanford University menunjukkan kepemimpinannya melalui Doerr School of Sustainability," imbuh Menko Airlangga merespon para CEO Silicon Valley yang hadir.
Menko Airlangga mengundang para perusahaan di Sillicon Valley untuk terus berkolaborasi untuk mengubah Indonesia menjadi Hub Digital Global di Asia, dan kita ingin melakukannya dengan cara yang rendah karbon. Ekonomi digital di Asia Tenggara dipimpin oleh Indonesia, yang sedang tumbuh signifikan. Indonesia dan ASEAN merupakan pasar yang sangat potensial dalam pengembangan ekonomi digital.
Seperti diketahui total populasi ASEAN mencapai lebih dari 640 juta orang dan pengguna Internet telah menyentuh 480 Juta Orang. Pada tahun 2023, nilai ekonomi digital ASEAN diproyeksikan mencapai Nilai Barang Dagangan Bruto sebesar USD218 miliar, dan Indonesia adalah kontributor terbesar di ASEAN yang akan mencapai sekitar USD130 miliar pada tahun 2025.
Sebagai Ketua ASEAN 2023, Indonesia juga telah mampu memperkuat fondasi perekonomian ASEAN melalui beberapa program prioritas perekonomian, salah satunya adalah percepatan perundingan ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA). Pertumbuhan nilai ekonomi digital ASEAN diprediksi akan terus meningkat hingga mencapai USD2 triliun pada tahun 2030 dengan implementasi DEFA.
Indonesia dinilai akan bisa menjadi tempat pengembangan teknologi digital seperti Data Center yang ramah lingkungan. “Kami juga yakin Indonesia dapat menjadi pemimpin dalam penyediaan energi ramah lingkungan di Kawasan,” ujar Menko Airlangga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










