Ada Peluang Pembiayaan Rp700 T Per Tahun, AdaKami Genjot Inklusi Dan Literasi Keuangan Masyarakat

AKURAT.CO PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) terus menggenjot inklusi dan literasi keuangan ke masyarakat.
Pasalnya, dari kebutuhan pembiayaan rata-rata Rp1.600 triliun per tahun, baru bisa diisi sekitar Rp900 triliun oleh berbagai platform penyedia akses pembiayaan yang tergabung dalam Asosiasi Fintek Pembiayaan Indonesia (AFPI).
CEO AdaKami, Bernadino M. Vega Jr mengatakan gap pembiayaan sekitar Rp700 triliun setiap tahunnya perlu dipenuhi demi kemajuan Indonesia dan tercapainya Visi Indonesia Emas 2045.
Baca Juga: Usai AdaKami, Kini Giliran Kredivo Yang Viral Soal Penagihan Oleh Debt Collector
Akses pembiayaan utamanya kepada pelaku UMKM sangat penting mengingat selain paling besar dari sisi jumlah yang mendekati 60 juta pelaku usaha, kontribusinya ke perekonomian atau PDB Indonesia juga besar sekitar 60% dan menyerap sekitar 90% angkatan kerja.
"Kita berharap bisa lepas dari jebakan middle income trap di 2045, yang perlu ditingkatkan GDP perkapitanya 3 kali dari saat ini USD5.000 menjadi USD15.000, dengan PDB tumbuh rata-rata 7 persen dari 2024 sampai 2038. Fintek pembiayaan berperan di sini tidak hanya soal inklusi tapi juga harua dilengkapi literasi keuangan di masyarakat," kata Bernadino di Jakarta, Selasa (28/11/2023).
Bernadino juga berharap di tengah tahun politik 2024 bisnis AdaKami masih bisa berkembang.
Senada, Brand Manager AdaKami Jonathan Kriss mengatakan pihaknya terus menjalankan literasi keuangan ke masyarakat. Sampai dengan November 2023, setidaknya sudah ada 26 kali kegiatan edukasi yang dilakukan.
"AdaKami meyakini bahwa inklusi keuangan merupakan tanggung jawab bersama berkat kolaborasi dan komitmen antar pihak. Atas dasar ini, AdaKami melakukan berbagai upaya inisiatif bersama kampus, pegiat lingkungan, komunitas, masyarakat luas dan media. Berbagai inistiatif edukasi dan literasi bijak mengelola keuangan juga terus mendapatkan dukungan dari berbagai kalangan media di Indonesia," kata Jonatan.
Kegiatan literasi keuangan tersebut di antaranya Edukasi Literasi Ekonomi Hijau Lewat Aksi Tanam 500 Pohon Mangrove di Jakarta Utara, Campus Visit AdaKami Bertajuk Muda Paham Fintech, #AdaEducation Instagram Live Season 3 - Merdeka dari Insecure, Radio Talkshow bertajuk “Generasi Bijak Finansial, Berjuang Sesuai Bidang, Ajukan Sesuai Kemampuan”, hingga melakukan diskusi secara langsung dengan sejumlah media di Indonesia bertemakan “Cara Atur Keuangan di Tengah Ekonomi yang Enggak Menentu”.
Tambahan informasi, mengutip Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tahun 2022 menunjukkan bahwa indeks literasi dan inklusi keuangan di Indonesia mengalami kenaikan menjadi 49,68% dan 85,10%.
Di tahun 2019, masing-masing indeks literasi dan inklusi keuangan di Indonesia tercatat sebesar 38,03% dan 76,19%. Dalam tren capaiani ni, AdaKami turut mengambil bagian melalui serangkaian program inovatif yang berhasil menciptakan dampak positif dalam masyarakat lewat berbagai program edukasi tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









