Waskita Amankan Kontrak Pembangunan Gedung Kedubes India Senilai Rp224 M

AKURAT.CO PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) ditunjuk Kedutaan Besar India untuk menggarap gedung dan kawasan pusat kebudayaan Kedutaan Besar India untuk Indonesia yang berlokasi di JL. H. R. Rasuna Said Kav. S-1, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta.
Proyek pembangunan gedung senilai Rp334 miliar ini digadang-gadang bakal menjadi gedung Kedutaan Besar tertinggi di Jakarta, dimana pekerjaan konstruksi dilakukan dengan metode pembayaran progress payment dengan estimasi waktu pengerjaan selama 27 bulan.
SVP Corporate Secretary Perseroan Ermy Puspa Yunita mengatakan perseroan berkomitmen untuk mengerjakan sesuai target waktu dan mutu. Selain itu, perseroan akan memastikan untuk menyelesaikan dengan kualitas yang terbaik serta menerapkan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dengan prinsip Zero Fatality, Zero Accident, Zero Rework dan Zero Waste saat berlangsungnya pembangunan proyek.
Baca Juga: KemenBUMN Kebut Skema Restrukturisasi Waskita Karya
Tim proyek Waskita juga melakukan inovasi dan pengembangan digitalisasi dalam pembangunan proyek ini, antara lain melalui penerapan Building Information Modeling (7D), Sound Barrier untuk meredam suara selama pekerjaan pembangunan dan Pagar Promosi untuk pariwisata India di dalam kawasan Kedutaan Besar.
”Inovasi digitalisasi yang kami kembangkan dalam pekerjaan konstruksi yaitu BIM 7D yang digunakan dalam pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas bangunan diintegrasikan dengan simulasi computer aided design (CAD) 7D guna mengoptimalkan manajemen aset dari proses desain hingga pembongkaran,” ucap Ermy dikutip Kamis (30/11/2023).
Tambahan informasi, gedung dan kawasan Kedutaan Besar India untuk Indonesia dibangun di atas luas tanah 6.916 m2 dengan total project area 25.006 m2 yang terdiri dari 4 lantai gedung Main Chancery, ASEAN Office, Consular seluas 4.379 m2, 4 lantai gedung Jawaharlal Nehru Indian Culture Centre (JNICC) seluas 3.084 m2 dan 18 lantai gedung Residences dan Consular seluas 16.183 m2.
Saat ini perseroan sudah kembali kepada core business-nya sebagai kontraktor murni. Perseroan juga sangat selektif dalam memilih proyek baru.
Misalnya dalam hal kepastian pembayaran, terdapat uang muka dan skema pembayaran monthly payment serta telah melalui Komite Manajemen Risiko Konstruksi sehingga proyek – proyek yang didapatkan oleh Waskita dapat berjalan dengan lancar dan selesai tepat waktu serta memberikan dampak positif bagi kinerja perusahaan.
Saat ini Waskita dipercaya untuk mengerjakan lebih dari 90 proyek yang sedang berjalan dan tersebar di seluruh Indonesia termasuk didalamnya 8 proyek IKN dengan NKB sampai dengan bulan Oktober sebesar Rp13 triliun sebagai sumber EBITDA baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










