Amankan Pasokan Semikondutor, Toyota Investasi di Anak Usaha TSMC

AKURAT.CO Toyota Motor telah memutuskan untuk berinvestasi di anak perusahaan Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC) yang akan mengelola pabrik pembuat chip di Kumamoto, Jepang.
Langkah ini menandai upaya Toyota untuk memperkuat rantai pasok semikonduktor yang krusial bagi produksi kendaraan listrik dan otonom di masa depan.
Mengutip Nikkei, selain Toyota, beberapa perusahaan lain juga diprediksi akan turut berinvestasi dalam unit tersebut. Di antaranya adalah Denso, pemasok suku cadang mobil Jepang, yang juga akan menyumbangkan pendanaan tambahan untuk proyek ini.
Baca Juga: Pertamina Gandeng Toyota Kembangkan Ekosistem Hidrogen untuk Transportasi
"Dengan investasi ini, Toyota berharap dapat menjamin pasokan semikonduktor canggih yang stabil untuk mendukung perkembangan kendaraan listrik dan otonom. Pasar untuk kendaraan-kendaraan ini diperkirakan akan terus berkembang di masa mendatang," tulis Nikkei dikutip Selasa (6/2/2024).
Keputusan Toyota untuk berinvestasi di anak perusahaan TSMC ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan dalam pasokan semikonduktor yang semakin ketat, serta untuk memenuhi permintaan akan teknologi semikonduktor yang semakin maju dalam industri otomotif yang terus berkembang.
Diketahui, pasar semikondutor sempat terancam krisis pasokan beberapa waktu lalu saat China memberlakukan larangan ekspor gallium dan germanium, material logam pembuatan semikonduktor.
Hal tersebut mengancam laju penjualan otomotif yang sejak tahun lalu dirongrong kelangkaan chip semikonduktor. Galium dan germanium lazom digunakan sebagai material chip semikonduktor untuk peralatan elektronik. Selain itu, chip semikonduktor berkecepatan tinggi inipun dipergunakan bagi perangkat produk otomotif, terutama bagi unit mobil listrik.
Kedua material ini bahkan digunakan hampir pada perangkat elektronik, kabel fiber optic, hingga sensor. Ketergantungan terhadap galium dan germanium secara global cukup tinggi.
Sementara itu, penjualan semikonduktor chip global meningkat 3,9% secara bulanan (mtm) ke USD46,6 miliar per Oktober 2023 lalu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









