Bank Sentral Korsel Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Negara Ginseng 2024 Sebesar 2,1 Persen

AKURAT.CO Bank Sentral Korea (BoK) mengonfirmasi proyeksi pertumbuhan ekonomi Korea Selatan untuk tahun 2024 ini tetap stabil di 2,1% meskipun tantangan yang bertahan akibat inflasi tinggi dan utang rumah tangga di ekonomi terbesar keempat di Asia.
Dilansir dari Nikkei Asia, Bank Sentral Korea memilih untuk mempertahankan suku bunga kunci pada 3,5%, menandai sesi kesembilan berturut-turut tanpa adanya penyesuaian. Keputusan tersebut muncul di tengah kekhawatiran atas inflasi yang tetap tinggi, dengan bank mempertahankan proyeksi inflasi pada 2,6%.
"Bank of Korea pada hari Kamis mempertahankan proyeksi pertumbuhannya sebesar 2,1 persen untuk tahun ini," tulis Nikkei Asia dikutip Kamis (22/2/2024).
Baca Juga: Korea Selatan Rilis Prediksi Laporan Ekonomi Korea Utara, Terjadi Krisis Terburuk dalam 23 Tahun
Para analis telah menyoroti inflasi yang melebihi target bank, memperingatkan akan risiko yang ditimbulkan oleh lonjakan harga properti dan utang rumah tangga yang terus meningkat. Ketergantungan Korea Selatan pada impor energi juga membuatnya rentan terhadap fluktuasi harga, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik.
Langkah BoK untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah telah banyak diperkirakan, dengan survei Reuters terhadap 38 ekonom secara bulat memprediksi status quo.
Dalam pidato Tahun Baru baru-baru ini, Gubernur BOK Rhee Chang-yong menekankan dampak harga minyak yang tinggi akibat ketidakstabilan global, menekankan komitmen bank sentral untuk memprioritaskan stabilitas harga sambil menavigasi jalan menuju pemulihan dan stabilitas keuangan.
Pekan ini, otoritas perdagangan Korea Selatan mengumumkan angka yang menggembirakan, dengan peningkatan yang signifikan dalam pengiriman luar negeri komoditas ekspor penting seperti semikonduktor dan mobil.
Ekspor semikonduktor melonjak 39%, sementara nilai pengiriman otomotif melonjak ke rekor tertinggi sebesar USD6,2 miliar pada bulan Januari.
Meskipun tantangan yang ada, Dana Moneter Internasional (IMF) tetap cukup optimis, memproyeksikan tingkat pertumbuhan sedikit lebih tinggi sebesar 2,3% untuk Korea Selatan tahun ini.
Sementara negara itu bergerak melalui badai ekonomi, perhatian tetap terfokus pada strategi bank sentral untuk mengurangi tekanan inflasi dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dalam beberapa bulan mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










