Akurat
Pemprov Sumsel

Lindungi Petani Lokal, Rusia Bakal Setop Ekspor Bensin Selama 6 Bulan ke Depan

Silvia Nur Fajri | 29 Februari 2024, 10:06 WIB
Lindungi Petani Lokal, Rusia Bakal Setop Ekspor Bensin Selama 6 Bulan ke Depan

AKURAT.CO Pemerintah Rusia berencana untuk menghentikan ekspor bensin atau gasoline selama periode enam bulan yang akan dimulai pada 1 Maret 2024.

Langkah ini diambil dengan tujuan untuk menjaga stabilitas harga di pasar dalam menghadapi peningkatan permintaan dari konsumen dan petani. Selain itu, Rusia juga ingin melakukan pemeliharaan kilang minyak yang terdampak oleh konflik dengan Ukraina.

Keputusan tersebut juga telah disetujui oleh Perdana Menteri Mikhail Mishustin pada tanggal 21 Februari lalu.

Baca Juga: Zelenskiy: Rusia akan Mencoba Serangan Baru di Ukraina Pada Awal Mei

Wakil Perdana Menteri Alexander Novak menyatakan, Upaya diperlukan untuk menjaga stabilitas harga di pasar dalam negeri sebagai tanggapan terhadap peningkatan permintaan produk minyak bumi. Harga bensin di Rusia memiliki signifikansi besar bagi masyarakat, terutama para petani.

"Harga bensin di Rusia menjadi sangat penting bagi masyarakat, terutama para petani," kata Alexander dilansir dari Reuters, Kamis (29/2/2024)

Di sisi lain, serangkaian kilang minyak Rusia telah mengalami kerusakan akibat serangan pesawat tak berawak Ukraina selama beberapa bulan terakhir. Hal ini telah menyebabkan penurunan produksi di beberapa kilang.

Selanjutnya, Rusia dan Ukraina terlibat dalam saling menargetkan infrastruktur energi untuk mengganggu jalur pasokan dan logistik serta melemahkan kekuatan lawan.

Ekspor minyak dan gas telah menjadi kegiatan terbesar Rusia, menjadi sumber utama pendapatan mata uang asing senilai USD1,9 triliun bagi ekonomi Rusia.

Sebelumnya, Kremlin telah bekerja sama dengan Arab Saudi, yang juga merupakan eksportir minyak terbesar di dunia, untuk menjaga stabilitas harga. Selain itu, Rusia telah secara sukarela mengurangi ekspor minyak dan bahan bakar sebesar 500.000 barel per hari pada kuartal pertama sebagai bagian dari upaya OPEC+ untuk meningkatkan harga.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.