Akurat
Pemprov Sumsel

Dorong Transformasi Pertambangan RI, Chairul Tanjung: dari Hilirisasi ke Industrialisasi

Silvia Nur Fajri | 29 Februari 2024, 17:17 WIB
Dorong Transformasi Pertambangan RI, Chairul Tanjung: dari Hilirisasi ke Industrialisasi

AKURAT.CO Chairman CT Corp, Chairul Tanjung (CT) menyoroti pentingnya mengubah nilai tambah sumber daya mineral Indonesia dari sekadar hilirisasi menuju tahap industrialisasi.

CT menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi mineral yang luar biasa, termasuk batu bara, nikel, tembaga, dan lainnya, dan ia percaya bahwa pengelolaan yang baik dari sumber daya ini adalah kunci untuk kemakmuran negara.

Mengutip Pasal 33 UUD 1945 yang menekankan bahwa sumber daya alam Indonesia harus dikelola untuk kemakmuran rakyat, CT menilai penting bagi negara untuk mengatur eksplorasi tambang dengan lebih baik untuk meningkatkan nilai tambahnya bagi rakyat.

Baca Juga: Chairul Tanjung Beberkan 4 Tantangan Ekonomi Ri di 2024

"Pasal 33 bahwa apa yang ada di bawah bumi, di atas bumi kita dikuasai negara dan digunakan untuk kemakmuran rakyat. Intinya negara harus mampu mengatur eksplorasi hasil tambang kita, untuk dinaikkan edit valuenya setinggi-tingginya untuk rakyat kita," kata CT di sela acaea bertajuk Indonesia Economic Outlook 2024: Year of Optimism, Kamis (29/2/2024).

Bahkan, ia juga mengkritik pendekatan yang hanya mengandalkan smelter untuk meningkatkan nilai tambah, mengatakan bahwa langkah ini tidaklah cukup. Ia mendorong agar langkah hilirisasi dilanjutkan dengan industrialisasi, seperti yang dilakukan pada sektor nikel. 

Selain itu, ia mencontohkan bahwa lebih dari 200 ribu produk dapat dihasilkan dari nikel, mulai dari velg mobil hingga baterai listrik. Menurutnya, masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan agar hasil tambang benar-benar dapat memberikan manfaat maksimal bagi negara.

Menurutnya, hilirisasi harus kita lanjutkan dengan industrialisasi. Contohnya nikel itu kalau kita bisa melakukan industrialisasi lebih dari 200 ribu produk yang bisa dihasilkan dari nikel itu. Mulai dari pelek mobil, sendok, panci sampai baterai listrik pu bisa digunakan dari hasil nikel.

Di sisi lain, CT melihat sektor pertambangan bisa menopang perekonomian Indonesia yang disimbolkan Garuda untuk bisa terbang lebih tinggi. Namun, masih ada faktor yang menghambat.

CT menyebut Garuda sebenarnya siap untuk terbang tetapi masih ada rantai yang mengikat kakinya. Rantai tersebut seperti birokrasi yang berlebihan, masalah efisiensi, hingga korupsi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.