Industri Mamin 2023 Melambat, Kemenperin Siapkan Langkah Khusus

AKURAT.CO Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) industri makanan dan minuman (mamin) olahan di bawah ekspektasi pada tahun 2023, berdasarkan catatan Kementerian Perindustrian (Kemenperin).
Usai mencatat pertumbuhan sebesar 4,90% pada tahun 2022, pertumbuhan industri mamin melambat menjadi 4,47% pada tahun 2023.
Sebagai respons, Kemenperin telah menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan kinerja industri mamin olahan nasional. Langkah-langkah tersebut termasuk fasilitasi insentif fiskal dan nonfiskal, serta bantuan melalui program restrukturisasi permesinan.
Baca Juga: Kontroversial, MenkopUKM Minta Tenggat Kewajiban Sertifikat Halal Produk Mamin Oktober 2024 Ditunda
Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kemenperin, Merrijantij Punguan Pintaria menyampaikan bahwa nilai ekspor dan impor mamin mengalami penurunan. Pada tahun 2022, surplus mencapai USS32,05 juta, sedangkan pada tahun 2023 surplusnya turun menjadi USD25,21 juta.
Meskipun demikian, Merrijantij menyoroti peningkatan nilai realisasi investasi, terutama di sektor-sektor tertentu yang masih menarik.
“Pasar dalam negeri dengan populasi 270 juta jiwa menjadi daya tarik untuk investasi,” ungkapnya dalam Konferensi Pers bertajuk "Kinerja Industri Minuman di Tahun 2023, serta Peluang dan Tantangan di Tahun 2024" di Jakarta Selatan, Rabu (13/3/2024).
Selain itu, Kemenperin juga tengah mengambil langkah-langkah strategis untuk memacu pertumbuhan industri manufaktur dalam negeri. Salah satu fokus utama adalah industri minuman ringan olahan, namun juga disoroti kontribusinya terhadap defisit neraca perbelanjaan negara.
Menurut pernyataan resmi dari Kemenperin, langkah yang diambil termasuk program restrukturisasi mesin dan peralatan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja industri manufaktur secara keseluruhan.
“Pemerintah juga telah menyiapkan berbagai fasilitas fiskal, termasuk tax holiday, tax allowance, super deduction tax, serta pembebasan bea masuk impor barang modal dalam rangka investasi. Kami juga fokus pada peningkatan implementasi industri 4.0,” ujar Menteri Perindustrian, Merrijantij.
Dengan upaya ini, diharapkan bahwa industri manufaktur, termasuk industri minuman ringan olahan, akan mampu berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian negara dan mengurangi defisit neraca perbelanjaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









