Petinggi Huawei: Era Jaringan Otonom Tingkat Tinggi (L4) Sudah di Depan Mata

AKURAT.CO Era jaringan otonom tingkat tinggi atau L4 sudah di depan mata. Demikian disampaikan Board Member and President of ICT Products & Solutions, Huawei, Yang Chaobin dalam sebuah sesi diskusi yang diselenggarakan oleh TM Forum, asosiasi industri internasional, baru-baru ini.
L4 sendiri dikenal sebagai jaringan otonom tingkat tinggi karena tidak memerlukan intervensi manusia lagi, atau kalaupun ada sifatnya hanya opsional. L4 merupakan lompatan yang jauh dari L3 atau conditional autonompus yang mana masih mensyaratkan intervensi manusia pada kondisi tertentu, yang terjadi pada teknologi sistem kemudi mobil saat ini misalnya.
Konsep jaringan otonom atau autonomous networks (AN) sendiri diusung oleh TM Forum di 2019. Hanya berselang 4 tahun konsep ini mencapai sebuah konsensus mengenai AN hingga di bidang automasi dan kecerdasan. Sejumlah operator terkemuka bahkan telah mencapai otonomi L3 di sejumlah skenario inti. Ini menjadi penanda bahwa nilai yang dihadirkan oleh AN makin nyata.
Baca Juga: ASEAN Foundation Gandeng Huawei Kerja Sama Energi Berkelanjutan dan Inovasi Digital
Yang menilai pembaruan dari L3 ke L4 diharapkan akan mempercepat tercapainya nilai yang diharapkan. Menurutnya, membawa pembaruan dalam model-model interaksi yang menghadirkan cara-cara baru dalam operation & maintenance (O&M), pada kapabilitas sistem sehingga mampu meningkatkan efisiensi dalam O&M, pada proses layanan dengan efisiensi yang meningkat, hingga pada model-model integrasi yang akan mempercepat layanan tim to market (TTM).
"Konsensus ini diharapkan akan dapat membantu operator dalam mencapai gol strategis pada proses otonomisasi L4," ujarnya dikutip Selasa (19/3/2024).
Ditambahkan, terobosan di bidang teknologi kunci merupakan fondasi bagi terbentuknya nilai yang diharapkan hadir dari proses otonomisasi L4 ini. Menurutnya, model-model fondasi telekomunikasi menjadi teknologi kunci yang mendukung pembaruan jaringan otonom, dari otonomisasi L3 ke L4.
"Huawei Telecom Foundation Model menghadirkan kopilot berbasis role dan agent dan berbasis skenario yang mendukung operator dalam memberdayakan karyawan, serta meningkatkan kepuasan pelanggan," imbuhnya.
Pada perhelatan tersebut, Yang memaparkan penawaran Net Master, satu contoh dari penerapan model fondasi. Net Master saat ini tengah digodok di O&M jaringan IP di China Mobile di provinsi Guangdong.
Net Master berupa fungsi kopilot dan agent yang membantu insinyur di lapangan maupun insinyur network operation center (NOC) O&M agar memiliki kinerja yang kian efisien. Dengan Net Master, 90% fault bisa terdiagnosis secara otomatis, sehingga waktu untuk menentukan titik terjadinya fault tersebut bisa dipangkas dari jam menjadi satuan menit.
Selain menyampaikan terobosan baru teknologi ini, Yang juga menyerukan mitra-mitra di industri untuk mempererat kolaborasi dalam meningkatkan Autonomous Networks Framework (ANF) serta pengembangan sistem assessment terpadu.
Ia juga menekankan bahwa operator perlu fokus dalam menyiapkan transformasi talenta dan proses, dan vendor-vendor teknologi fokus pada ekspansi inovasi pada skenario-skenario kunci yang akan mempercepat terwujudnya nilai bagi operator.
"Huawei berencana untuk secara aktif memperkuat praktik-praktik terbaik di industri untuk pengembangan model-model fondasi telekomunikasi, memfasilitasi pengembangan jaringan otonom L4, dan jaringan yang makin berkualitas tinggi," ujar Yang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









