Akurat
Pemprov Sumsel

KAI Siapkan 472 Lokomotif dan 1.872 Kereta Untuk Angkutan Mudik Lebaran 2024

Silvia Nur Fajri | 3 April 2024, 16:05 WIB
KAI Siapkan 472 Lokomotif dan 1.872 Kereta Untuk Angkutan Mudik Lebaran 2024

AKURAT.CO PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI telah menyiapkan 472 unit lokomotif dan 1.872 unit kereta guna mendukung angkutan mudik Lebaran 2024.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama PT KAI, Didiek Hartantyo dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta hari ini.

"Dalam rangka angkutan mudik Lebaran 2024, kami telah menyiapkan 472 unit lokomotif dan 1.872 unit kereta, termasuk kereta kelas satu, kelas tiga, serta kereta high end quality," ujar Didiek saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (3/4/2024).

Baca Juga: Ini Alasan Jasa Marga, KAI dan Jasa Raharja Gelar Mudik Gratis BUMN 2024

Selain itu, PT KAI juga akan menggunakan 99 unit kereta rel diesel (KRD) dan menambah 56 unit kereta tambahan untuk mendukung angkutan mudik Lebaran kali ini.

Didiek menambahkan, PT KAI telah memisahkan kereta penumpang menjadi kereta jarak jauh dan kereta lokal. Terdapat peningkatan sekitar 5,3% untuk kereta jarak jauh dan sekitar 6% untuk kereta lokal dibandingkan dengan angkutan Lebaran 2023.

"Dengan persiapan ini, kami berharap dapat mengangkut sekitar 7,3 juta penumpang pada tahun ini, terdiri dari 4,05 juta penumpang untuk kereta jarak jauh dan 3,28 juta penumpang untuk kereta lokal," tambahnya.

Menurut proyeksi Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, kereta api menjadi pilihan moda transportasi yang paling diminati oleh masyarakat selama mudik Lebaran 2024, dengan sebanyak 39,32 juta orang atau 20,3% dari total jumlah perjalanan mudik.

Survei bersama antara Kementerian Perhubungan dan Kementerian Komunikasi dan Informatika juga memperkirakan angka pergerakan orang mencapai 193,6 juta orang atau setara dengan 71,7% dari total jumlah penduduk Indonesia pada Lebaran 2024.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.