AKURAT.CO Wakil Ketua DPR RI Bidang Koordinator Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel, mengajukan permohonan kepada pemerintah Jepang untuk menerima petani muda Indonesia.
Permohonan ini dilakukan untuk mengikuti program pembelajaran mengenai metode pertanian pintar (smart farming) di negara tersebut.
"Kami tidak mengajukan untuk bekerja atau belajar formal, melainkan untuk mengikuti program praktik pertanian yang inovatif dan berkualitas serta konsep smart farming kepada petani muda Indonesia. Durasi programnya hanya selama satu tahun," jelas Gobel dikutip Senin (6/5/2024).
Baca Juga: Kembangkan Smart Farming, Kementan Gandeng EPIS Korea
Gobel menjelaskan bahwa dunia saat ini menghadapi krisis pangan akibat perubahan iklim dan konflik geopolitik global. Perubahan iklim berdampak pada fluktuasi cuaca ekstrem, sementara konflik geopolitik mempengaruhi harga pupuk.
"Semua ini menyebabkan Indonesia terpaksa melakukan impor beras dalam jumlah besar meskipun Indonesia sebenarnya memiliki potensi agraris yang besar dengan lahan yang subur dan jumlah petani yang banyak," ujarnya.
Gobel menyoroti keunggulan teknologi pertanian Jepang yang mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan mengatasi tantangan perubahan iklim.
Ia juga meminta Jepang untuk berbagi pengetahuan tentang pembuatan pupuk organik dan penerapan smart farming.
Gobel juga mengapresiasi kualitas beras Jepang dan teknologi penggilingan beras yang menghasilkan beras berkualitas tinggi.
Meskipun Indonesia telah melakukan impor beras dalam jumlah besar, harga beras di pasar domestik masih tinggi.
"Harga beras premium di Indonesia hampir setara dengan harga beras di Jepang, meskipun kualitasnya jauh berbeda. Ini merupakan masalah serius yang harus diatasi," tambahnya.
Gobel juga menekankan bahwa pembangunan sektor pertanian akan berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat Indonesia, yang jumlahnya sangat besar. Oleh karena itu, kerja sama antara Jepang dan Indonesia dalam bidang pertanian sangat penting.
Selain itu, Gobel juga menyoroti pentingnya pembagian teknologi pengolahan air bersih dari Jepang, mengingat masih banyaknya masalah akses air bersih yang sehat di Indonesia.
Jika masalah pertanian dan air bersih bisa diatasi, maka ekonomi Indonesia dan kawasan Asia Tenggara secara keseluruhan akan tumbuh lebih baik, memberikan manfaat bagi kedua negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








