BI Gandeng MUI Teken Nota Kesepahaman Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menandatangani Nota Kesepahaman (NK) yang bertujuan untuk menguatkan kerja sama dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.
NK ini mencakup berbagai aspek, termasuk pengembangan instrumen keuangan syariah, pengembangan pasar keuangan syariah, pengembangan instrumen moneter syariah, pengembangan UMKM syariah, penguatan ekonomi keumatan, penguatan penyelenggaraan jaminan produk halal, serta digitalisasi pengelolaan keuangan syariah.
Menurut Direktur Departemen Komunikasi BI, Fadjar Majardi, kerja sama ini merupakan langkah penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Serta, Fadjar menekankan bahwa NK ini juga mencakup dukungan dalam penetapan fatwa dan konsultasi pemenuhan prinsip-prinsip syariah atas instrumen serta usulan kebijakan BI yang terkait keuangan syariah.
"Bank Indonesia berkomitmen untuk terus mempererat kerja sama strategis antar institusi terkait untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui pencapaian Indonesia sebagai pusat industri halal dunia," kata Fadjar dalam keterangan tertulis, Rabu (8/7/2024).
Baca Juga: Genjot Ekonomi Syariah RI, Eks Anggota DPR: Harus Menjadi Kepentingan Nasional
Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin, dalam kesempatan tersebut, menyampaikan apresiasi dan dukungan atas kerja sama BI dan MUI dalam mengawal akselerasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.
Ma'ruf Amin juga menekankan pentingnya konsistensi membangun komunikasi dan kerja sama yang erat untuk kemaslahatan umat, serta terus berkontribusi memajukan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.
Nota Kesepahaman antara BI dan MUI ini berlangsung periode 2024-2028 dan merupakan bagian dari penajaman peran Bank Indonesia sesuai dengan mandat yang tertuang dalam UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).
Lebih lanjut, BI berkomitmen untuk terus mempererat kerja sama strategis antar institusi terkait untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, termasuk melalui pencapaian Indonesia sebagai pusat industri halal dunia.
Melalui kerja sama ini, diharapkan kontribusi aktif kantor-kantor perwakilan BI di dalam dan luar negeri dapat meningkat dalam mengakselerasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









