Krisis Energi Global, Dirjen Migas: Indonesia Dapat Mengambil Kesempatan

AKURAT.CO Industri hulu minyak dan gas Indonesia bisa mengambil kesempatan di tengah situasi eskalasi konflik di Timur Tengah.
Menurut Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dadan Kusdiana, sektor hulu migas nasional bisa mengambil kesempatan dengan membuka wilayah kerja (WK) baru untuk meningkatkan eksplorasi dan pengembangan.
"Eskalasi konflik di Timur Tengah berisiko mengerek harga minyak dunia hingga ke level 100 dolar AS per barel. Potensi di Indonesia masih menarik investor. Sektor hulu migas di Indonesia masih bisa diandalkan," ujarnya dikutip Kamis (9/5/2024).
Namun, Dadan juga menggarisbawahi perlunya dukungan kebijakan yang ramah investasi dan percepatan perizinan untuk mendongkrak kinerja sektor hulu migas.
"Ke depan, perbaikan regulasi yang mendorong pelaku bisnis berinvestasi menjadi faktor utama kinerja hulu migas," ujarnya.
Baca Juga: Tembus 216 Ribu Barel Setara Minyak per Hari, Realisasi Produksi Migas PIEP di 2023 Melebihi Target
Meskipun demikian, realisasi investasi migas tahun 2023 menunjukkan kenaikan, mencapai USD15,6 miliar. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam mengurangi ketergantungan impor minyak dan elpiji.
"Kementerian ESDM berupaya mengurangi ketergantungan impor minyak dan elpiji sebagai respons pemerintah di tengah ketegangan geopolitik," tambah Dadan.
Sementara itu, Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan tensi geopolitik saat ini berdampak langsung pada harga minyak dunia. Terutama, fokus pada eskalasi konflik antara Israel dan Iran.
"Iran ini salah satu negara penghasil minyak terbesar ketiga di dunia tetapi secara cadangan terbesar dunia itu ada di Iran," jelasnya.
Menghadapi situasi global yang tidak menentu, Ibrahim melihat Indonesia memiliki peluang untuk mengambil peran penting dalam industri migas. Dia juga menekankan pentingnya kerja sama dengan China dalam mengatasi tantangan ini.
"Indonesia dapat mengambil kesempatan di tengah ancaman krisis energi global," katanya.
Sebagai upaya mendatangkan investor di sektor hulu migas, terutama dari China, Ibrahim berharap pemerintahan Prabowo-Gibran dapat terus melakukan kerja sama yang baik.
Dengan adanya dukungan dari pemerintah dan kerja sama internasional, industri migas nasional diharapkan dapat memainkan peran yang lebih besar dalam mencapai ketahanan energi nasional, terlebih dalam menghadapi dinamika geopolitik yang kompleks.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026






