AKURAT.CO PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), yang lebih dikenal dengan nama Sritex, mengeluarkan pernyataan resmi untuk menanggapi kabar tentang kemungkinan bangkrutnya perusahaan tersebut.
Direktur Keuangan Sritex, Welly Salam, dengan tegas membantah adanya spekulasi tentang pailit perusahaan, menyatakan bahwa Sritex masih beroperasi dan telah menyelesaikan proses restrukturisasi melalui Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).
Namun, Welly juga mengakui bahwa kinerja perusahaan mengalami penurunan signifikan akibat berbagai faktor eksternal. "Penurunan pendapatan secara drastis disebabkan oleh dampak Covid-19 dan persaingan ketat di pasar tekstil global," ujar Welly dalam keterangannya, Senin (24/6/2024).
Baca Juga: Sidang Suap Bansos, Vendor Diminta Beli Goodybag dari PT Sritex
Salah satu permasalahan utama yang dihadapi Sritex adalah over-suplai tekstil dari China yang mengakibatkan penurunan harga akibat dumping produk. Hal ini menjadi tantangan serius bagi Sritex, terutama karena sebagian besar produk dumping tersebut mengarah ke pasar di luar Eropa dan China yang memiliki aturan impor yang lebih longgar, termasuk Indonesia.
Menanggapi kabar tersebut, Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan bahwa pemerintah akan melakukan evaluasi mendalam terkait situasi yang dihadapi oleh Sritex. "Kita perlu mempelajari secara seksama penyebab potensi bangkrutnya Sritex. Kita harus memahami model bisnis dari grup Sritex," kata Agus.
Selain itu, Agus juga menyatakan bahwa saat ini belum dapat dipastikan secara pasti alasan di balik penurunan kinerja perusahaan tekstil terbesar di Asia Tenggara ini. "Apakah masalahnya murni terkait dengan industri tekstil atau ada masalah lain yang dihadapi oleh pusat," ujarnya.
Lebih lanjut, Agus menyinggung tentang dampak pelemahan rupiah terhadap dolar AS terhadap sektor manufaktur secara umum di Indonesia. "Meskipun ada tantangan, ketahanan sektor manufaktur kita tetap tinggi," tambah Agus.
Dengan demikian, situasi Sritex tetap menjadi perhatian khusus baik dari pihak perusahaan sendiri maupun dari pemerintah untuk menemukan solusi terbaik dalam menghadapi tantangan yang dihadapi di pasar global saat ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









