Gapmmi Minta Pemerintah Genjot Investasi Bahan Baku Makanan

AKURAT.CO Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) mendorong pemerintah untuk menarik lebih banyak investasi di sektor bahan baku makanan untuk mendukung pertumbuhan industri makanan dan minuman (mamin) di Indonesia, serta mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Ketua Umum Gapmmi, Adhi Lukman menyatakan bahwa industri mamin di Indonesia saat ini masih banyak bergantung pada impor bahan baku.
"Beberapa bahan baku seperti terigu, gula, garam, kedelai, dan susu masih harus diimpor. Industri makanan dan minuman di Indonesia terus bertumbuh. Jika mengacu kepada hasil laporan Kementerian Perindustrian, industri makanan dan minuman mencatatkan pertumbuhan PDB sebesar 4,90 persen pada 2022. Kontribusi sektor ini terhadap PDB industri pengolahan non-migas mencapai 38,35 persen, menjadikannya penyumbang terbesar di antara sektor-sektor lainnya," ucapnya pada saat konferensi pers bersama media di Jakarta, Senin (19/8/2024).
Baca Juga: Aduh, Harga Minuman Bisa Melonjak 30 Persen Karena Cukai MBDK
Selain itu, pada 2022 industri makanan dan minuman termasuk dalam lima besar industri dengan kontribusi ekspor tertinggi dengan nilai mencapai USD48,61 miliar. Di sisi lain, Kemenperin mencatat sekitar 60-65 persen bahan baku yang digunakan oleh industri makanan dan minuman, baik skala besar maupun kecil, adalah impor.
"Apabila ingin mengurangi produk impor, tetapi bahan bakunya tidak tersedia di dalam negeri kan sulit maka perlu investasi," ucapnya.
Adhi mengakui bahwa banyak investor yang lebih memilih untuk berinvestasi di Singapura atau Malaysia karena berbagai kemudahan yang ditawarkan, baik dari segi finansial, logistik, dan perizinan. Ia menambahkan pameran internasional bisa menjadi salah satu strategi untuk menarik investor masuk ke Indonesia. Salah satunya, pameran bahan baku makanan Food Ingredients Asia Indonesia 2024, yang akan menghadirkan sekitar 700 brand suppliers dari 38 negara.
“Kami berharap pak Menteri Perindustrian akan hadir untuk mendorong industri intermediate, termasuk industri bahan baku makanan untuk tumbuh di Indonesia karena target pak presiden ingin mengurangi sebanyak mungkin produk impor,” kata Adhi.
Food Ingredients Asia Indonesia akan kembali hadir tahun ini pada 4-6 September di Jakarta International Expo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








