Harga CPO Kalah Saing dari Minyak Biji Matahari, Gapki Minta Stimulus Fiskal ke Pemerintah

AKURAT.CO Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Eddy Martono, menyoroti tantangan besar yang dihadapi industri kelapa sawit saat ini.
Di mana pelemahan ekspor disebabkan oleh harga minyak CPO dalam negeri yang relatif lebih tinggi dibandingkan minyak nabati lainnya, seperti minyak biji matahari.
Merespon hal tersebut, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Eddy Martono menjelaskan bahwa melemahnya ekspor lantaran harga minyak CPO dalam negeri relatif lebih mahal daripada minyak nabati lainya khususnya minyak biji matahari.
Baca Juga: Mentan Jamin Pasokan CPO Untuk B50
"Minyak sawit sekarang lebih mahal, sehingga China yang notabene merupakan pasar ekspor terbesar kami melakukan pembelian banyak ke minyak matahari dan mengurangi minyak sawit," ucap Eddy di Belitung, Selasa (27/8/2024).
Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan fleksibilitas kebijakan fiskal untuk mendorong harga minyak sawit agar lebih kompetitif.
Edy menilai kebijakan tersebut dibutuhkan lantaran minyak sawit bukanlah satu-satunya minyak nabati di dunia. Karena jika dibuka peta ekspor secara besar, maka pangsa pasar minyak sawit hanya berkisar 33% sedangkan sisanya sekitar 67% lainya bersumber dari minyak nabati, salah satunya minyak biji bunga matahari.
"Jadi memang disini perlu kebijakan pemerintah paling tidak ada permainan instrumen fiskal, saat harga sawit kita tidak kompetitif kita turunkan saat kompetitif bisa naik kembali," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







