Akurat
Pemprov Sumsel

Harga CPO Kalah Saing dari Minyak Biji Matahari, Gapki Minta Stimulus Fiskal ke Pemerintah

Demi Ermansyah | 28 Agustus 2024, 12:51 WIB
Harga CPO Kalah Saing dari Minyak Biji Matahari, Gapki Minta Stimulus Fiskal ke Pemerintah

AKURAT.CO Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Eddy Martono, menyoroti tantangan besar yang dihadapi industri kelapa sawit saat ini.

Di mana pelemahan ekspor disebabkan oleh harga minyak CPO dalam negeri yang relatif lebih tinggi dibandingkan minyak nabati lainnya, seperti minyak biji matahari.

Merespon hal tersebut, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Eddy Martono menjelaskan bahwa melemahnya ekspor lantaran harga minyak CPO dalam negeri relatif lebih mahal daripada minyak nabati lainya khususnya minyak biji matahari.

Baca Juga: Mentan Jamin Pasokan CPO Untuk B50

"Minyak sawit sekarang lebih mahal, sehingga China yang notabene merupakan pasar ekspor terbesar kami melakukan pembelian banyak ke minyak matahari dan mengurangi minyak sawit," ucap Eddy di Belitung, Selasa (27/8/2024).

Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan fleksibilitas kebijakan fiskal untuk mendorong harga minyak sawit agar lebih kompetitif.

Edy menilai kebijakan tersebut dibutuhkan lantaran minyak sawit bukanlah satu-satunya minyak nabati di dunia. Karena jika dibuka peta ekspor secara besar, maka pangsa pasar minyak sawit hanya berkisar 33% sedangkan sisanya sekitar 67% lainya bersumber dari minyak nabati, salah satunya minyak biji bunga matahari.

"Jadi memang disini perlu kebijakan pemerintah paling tidak ada permainan instrumen fiskal, saat harga sawit kita tidak kompetitif kita turunkan saat kompetitif bisa naik kembali," ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.