Akurat
Pemprov Sumsel

ID Food Salurkan Bantuan Pangan di 7 Provinsi, Tekan Stunting

Silvia Nur Fajri | 30 Agustus 2024, 18:21 WIB
ID Food Salurkan Bantuan Pangan di 7 Provinsi, Tekan Stunting

AKURAT.CO PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID Food, yang merupakan Holding BUMN Pangan, mengaktifkan kembali penyaluran bantuan pangan untuk penanganan stunting. Program ini akan menjangkau 1,4 juta keluarga berisiko stunting di tujuh provinsi di Indonesia.

Direktur Utama ID Food, Sis Apik Wijayanto, menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam mempercepat realisasi program ini.

"Kami terus melakukan berbagai langkah percepatan penyaluran bantuan pangan telur ayam dan daging ayam bagi 1,4 juta keluarga risiko stunting. Salah satu langkah efektif adalah memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah dan instansi terkait," ungkap Sis Apik pada Jumat (30/8/2024).

Hingga 26 Agustus 2024, ID Food telah menyalurkan 909 ribu paket bantuan berupa telur ayam dan daging ayam. Bantuan ini disebar ke tujuh provinsi, yaitu Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, dan Sulawesi Barat.

"Sesuai penugasan Badan Pangan Nasional, ID Food akan menyalurkan bantuan dengan alokasi 1,4 juta paket per bulan untuk 1,4 juta keluarga risiko stunting. Untuk tahap pertama tahun 2024, penyaluran dilakukan tiga kali dalam tiga bulan, totalnya mencapai 4,3 juta paket," jelas Sis Apik.

Baca Juga: Jelang Usia 1 Tahun BUMN Holding Pangan, Ini yang Dilakukan ID FOOD

Dia menambahkan bahwa pemerintah daerah, termasuk Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) serta perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), memegang peranan penting dalam kesuksesan program ini. DKPP, menurut Sis Apik, terlibat dalam memastikan kualitas produk yang disalurkan oleh ID Food.

"Kerja sama ID Food dengan DKPP semakin intensif di tahun kedua. DKPP memantau dan mengevaluasi program secara berkala untuk memastikan kualitas dan distribusi bantuan terus membaik," jelasnya.

BKKBN juga berkontribusi dengan menyediakan data terkait keluarga risiko stunting. Sis Apik menggarisbawahi pentingnya dukungan BKKBN dalam validasi data dan pembaruan informasi untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

"Koordinasi yang terus-menerus dengan BKKBN memastikan bantuan pangan disalurkan kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan. Dukungan data akurat sangat penting untuk pengentasan stunting di Indonesia," tambahnya.

Sis Apik juga menekankan pentingnya peran pemerintah kecamatan dan desa/kelurahan dalam distribusi bantuan. Pemerintah daerah di tingkat kecamatan dan desa/kelurahan diharapkan dapat memastikan bantuan pangan disalurkan tepat waktu dan sesuai sasaran.

"Pemerintah kecamatan dan desa/kelurahan merupakan bagian penting dari pelaksanaan program ini. Kami akan terus bekerja sama dengan semua pihak terkait untuk memastikan keberhasilan program ini," tukas Sis Apik.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.