Tak Lama Lagi, Kepmen ESDM Soal Kewajiban Eksportir Pakai HBA Bakal Meluncur
Camelia Rosa | 3 Februari 2025, 20:20 WIB

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia berencana membuat regulasi yang mewajibkan para perusahaan pengguna batu bara asal Indonesia untuk membelinya menggunakan Harga Batu Bara Acuan (HBA).
Adapun saat ini, harga jual batu bara masih menggunakan acuan Indonesia Coal Index (ICI). Diungkapkannya, aturan itu nantinya akan tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM.
"Saya umumkan hari ini, tidak dalam waktu lama lagi, kami akan mempertimbangkan untuk membuat keputusan menteri agar harga HBA itulah yang dipakai untuk transaksi di pasar global," ujarnya saat konferensi pers Capaian Kinerja Sektor ESDM Tahun 2024 di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (3/2/2025).
Bahlil menuturkan, langkah ini perlu dilakukan guna menyeimbangkan harga batu bara dalam dan luar negeri. Sebab dirinya tidak ingin harga batu bara Indonesia di atur oleh negara lain.
"Masa harga batu bara di negara lain dengan negara kita dibuat lebih murah. Masa harga batu bara kita ditentukan oleh negara tetangga. Jadi kita harus berdaulat dalam menentukan harga komoditasnya sendiri," tegasnya.
Ia pun mengancam akan mencabut izin ekspor apabila perusahaan enggan mengikuti aturan ini. "Kalau ada perusahaan yang tidak mengikuti itu, maka kami punya cara agar mereka bisa ikut. Bila perlu, kalau tidak mau, ya kita tidak usah (berikan) izin ekspornya," tukasnya.
Lebih lanjut Bahlil menyebutkan bahwa Indonesia sendiri tercatat mengeskpor batu bara sebanyak 555 juta n sepanjang tahun 2024. Angka itupun meningkat setiap tahunnya.
Sementara total pemakaian batu bara dunia sekitar 8 miliar ton. Padahal yang beredar di pasaran terdapat 1,2 hingga 1,5 miliar ton. Ia pun menyebutkan pasar obligasi domestik sektor batu bara sebesar 233 juta ton, sehingga total batu bara yang digunakan sebanyak 788 juta ton sepanjang tahun 2024.
Adapun stok batu bara yang belum digunakan sepanjang tahun 2024 sebanyak 48 juta ton. Oleh sebab itu secara keseluruhan, total batu bara yang diproduksi sepanjang tahun 2024 sebanyak 836 juta ton atau melampaui target sebesar 710 juta ton.
Oleh sebab itu, dengan ekspor batu bara yang cukup besar ini, Bahlil menilai bahwa batu bara betul-betul berdampak masif dan terstruktur apabila pemerintah membuat kebijakan pengetatan ekspor tersebut.
"Namun sampai saat ini belum. Tapi kalau harga kita ditekan terus, tak menutup kemungkinan kita berpikir lain," tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







