AKURAT.CO Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto mengakui bahwa pihaknya telah memberikan Surat Peringatan 1 (SP-1) kepada Inpex Masela Ltd. sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang memegang hak partisipasi atau participating interest (PI) wilayah kerja Masela.
"Iya (diberi SP-1)," singkatnya ketika ditemui usai acara Mandiri Investment Forum di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (11/2/2025).
Dijelaskannya, melalui surat peringatan itu pihaknya berharap Inpex dapat segera melakukan kegiatan produksi gas. Pasalnya diakui Djoko, SKK Migas juga menunggu pembeli gas yang diproduksi agar proyek dapat segera dimulai.
"Iya diharapkan bisa segera ada pembeli gasnya sehingga proyek bisa dimulai. Tahun ini lah!" tegasnya.
Baca Juga: Kelakar Bos SKK Migas Soal Kontraktor Blok Masela: Namanya Abadi, Makanya Enggak Selesai-selesai
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia
juga membenarkan bahwa dirinya telah menjatuhkan SP 1 kepada KKKS operator wilayah kerja migas raksasa.
Meski tidak menyebutkan mama KKKS, Bahlil mengancam akan mencabut izin konsesi yang sudah dikempit Inpex jika tidak kunjung menaikkan status Blok Masela. Pasalnya, kata dia, blok migas raksasa ini sudah mandek selama 26 tahun dan tidak kunjung berproduksi.
"Ada satu wilayah kerja yang sudah 26 tahun, sudah menemukan salah satu gas terbesar, tapi gak dinaikkan statusnya. Saya sudah bikin surat peringatan pertama. Kedua, (Kalau) enggak bisa lagi, saya cabut. Ini gede, dan ini pasti akan gempar," terang Bahlil.
Ia pun menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari pencapaian target produksi atau lifting minyak hingga 1 juta barel per hari pada 2029. Produksi minyak pada akhir tahun lalu hanya sekitar 600.000 barel per hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









