Akurat
Pemprov Sumsel

Donald Trump Respon Santai Rencana Uni Eropa Batasi Impor Produk Pangan AS

Demi Ermansyah | 17 Februari 2025, 09:05 WIB
Donald Trump Respon Santai Rencana Uni Eropa Batasi Impor Produk Pangan AS

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali menunjukkan sikap santainya dalam menanggapi kebijakan perdagangan internasional.

Kali ini, ia merespons rencana Uni Eropa yang ingin membatasi impor kedelai dan produk pangan AS yang dianggap tidak memenuhi standar mereka.

Mengutip dari laman Reuters, Trump menegaskan bahwa ia tidak khawatir dengan rencana tersebut.

"Biar saja mereka lakukan. Itu cuma akan merugikan mereka sendiri," kata Trump.

Mengacu pada laporan Financial Times, Komisi Eropa saat ini tengah mempertimbangkan pembatasan impor terhadap beberapa produk pangan AS yang dinilai tidak sesuai dengan regulasi Eropa.

Salah satu produk yang menjadi perhatian adalah kedelai yang menggunakan pestisida yang dilarang di Eropa.

Baca Juga: Bahli Sebut Batu Bara Bernyawa Lagi Imbas Trump Jadi Presiden

Langkah ini disebut sebagai upaya Uni Eropa untuk melindungi petani mereka sendiri. Namun, bagi Trump, kebijakan ini justru bisa menjadi bumerang bagi Uni Eropa.

Seorang pejabat Gedung Putih menegaskan bahwa Trump tetap berkomitmen untuk memperjuangkan perdagangan yang adil dan melindungi petani AS.

"Kami akan terus berupaya membuka pasar global bagi produk berkualitas tinggi dari Amerika," ujar pejabat tersebut.

Trump dikenal sebagai sosok yang kerap mengambil langkah tegas dalam kebijakan perdagangan.

Baca Juga: Ketika Kebijakan Trump Jadi Sumber Ketidakpastian Baru bagi The Fed

Ia menegaskan bahwa AS tetap berpegang pada prinsip reciprocal trade atau perdagangan timbal balik.

Artinya, jika suatu negara membatasi produk AS, maka AS bisa membalas dengan kebijakan serupa.

Ini menjadi strategi Trump untuk melindungi kepentingan ekonomi domestik.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.