Hemat Devisa Rp147,5 Triliun, DPR Dukung Implementasi B40
Hefriday | 19 Februari 2025, 23:49 WIB

AKURAT.CO Anggota Komisi XII DPR RI, Alfons Manibui, menyatakan dukungan penuh terhada program biodiesel 40% (B40) lantaran bisa menghemat devisa.
Program ini dinilai mampu berkontribusi pada efisiensi anggaran, pengurangan impor, serta ramah lingkungan.
"Sejak program biodiesel dijalankan pada 2020, kami telah mencatat penghematan sebesar Rp38 triliun. Nilai ini terus meningkat setiap tahunnya, dan dengan penerapan B40 pada 2025, penghematan devisa diproyeksikan akan jauh lebih besar," ujar Alfons dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (19/2/2025).
Pemerintah telah menetapkan target alokasi B40 sebesar 15,6 juta kiloliter (kl) pada 2025. Dari jumlah tersebut, 7,55 juta kl akan dialokasikan untuk sektor Public Service Obligation (PSO), sementara 8,07 juta kl diperuntukkan bagi sektor non-PSO.
Dengan implementasi B40, Alfons berharap program ini dapat menghemat devisa negara hingga Rp147,5 triliun pada 2025. Penghematan ini tidak lepas dari berkurangnya impor solar yang signifikan berkat penggunaan biodiesel.
Pada 2014, Indonesia masih mengimpor solar sebanyak 11,475 juta kl. Namun, pada 2023, angka ini telah berkurang menjadi 5,145 juta kl.
Alfons optimistis bahwa dengan implementasi B40, impor solar akan semakin berkurang secara signifikan, sehingga mengurangi ketergantungan negara terhadap energi fosil.
Selain memberikan dampak ekonomi, program biodiesel juga sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mengurangi emisi karbon. Pemanfaatan B40 dapat membantu menekan emisi dan meningkatkan kualitas udara di berbagai wilayah.
"Biodiesel adalah energi yang lebih bersih dibandingkan solar konvensional. Dengan kandungan nabati yang lebih tinggi, emisi karbon yang dihasilkan juga lebih rendah. Ini menjadi langkah konkret bagi Indonesia dalam mendukung transisi energi yang ramah lingkungan," jelas Alfons.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa swasembada energi menjadi salah satu prioritas utama Presiden Prabowo Subianto.
Pelaksanaan program ini dikawal oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia, yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional.
Alfons menekankan pentingnya kesinambungan kebijakan biodiesel guna memastikan keberlanjutan transisi energi yang lebih ramah lingkungan.
Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk DPR dan pelaku industri, Indonesia semakin mendekati cita-cita swasembada energi yang tidak hanya efisien secara anggaran, tetapi juga berdampak positif bagi perekonomian nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








