Tanpa Bantuan APBN, Kadin Renovasi 500 Rumah Tak Layak Huni
Hefriday | 17 April 2025, 09:55 WIB

AKURAT.CO Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meresmikan program renovasi 500 unit rumah tak layak huni (RTLH) sebagai bagian dari inisiatif Gotong Royong Kadin Indonesia Renovasi RTLH #RumahSehatNegaraKuat.
Peresmian program ini digelar di Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat. Tak hanya dihadiri oleh Ketua Kadin, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait serta Wakil Ketua Yayasan Budha Tzu Chi, Sugianto Kusuma juga ikut meresmikan program tersebut.
Program renovasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah dengan menyediakan hunian yang lebih layak, sehat, dan tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem.
Hebatnya, pelaksanaan program dilakukan tanpa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), maupun dana dari BUMN dan BUMD.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyampaikan bahwa renovasi ini merupakan kelanjutan dari hasil survei lapangan yang telah dilakukan sebelumnya oleh tim Kadin.
"Kami mulai dengan 500 unit. Dari jumlah itu, 200 rumah berada di Jakarta, sisanya tersebar di Jawa Barat, Banten, NTT, dan Bangka Belitung," ujar Anindya dalam keterangannya, Kamis (17/4/2025).
Anindya yang akrab disapa Anin menekankan bahwa proyek ini tidak hanya fokus pada perbaikan tampilan rumah, namun juga aspek kesehatan lingkungan.
Perhatian khusus diberikan pada sistem sanitasi, akses air bersih, serta ketahanan struktur bangunan agar mampu menopang kehidupan penghuninya secara layak dan sehat.
Pelaksanaan program ini melibatkan banyak pihak dari sektor swasta, koperasi, UMKM, hingga BUMN sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor.
"Kadin ingin hadir langsung di tengah masyarakat, tidak hanya fokus pada kebijakan perdagangan dan investasi," kata Anin.
Anin menambahkan bahwa semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam merealisasikan program ini.
Menteri PKP Maruarar Sirait atau yang akrab disapa Ara menyambut baik inisiatif ini. Ia menegaskan pentingnya membangun rumah rakyat dengan semangat kebersamaan dan tanpa mengandalkan dana negara.
“Ini bukan hanya tentang rumah, tetapi soal keadilan sosial. Mari bangun rumah rakyat tanpa basa-basi, dengan transparansi dan kecepatan,” ujarnya.
Ara juga menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang mendorong pembangunan rumah layak bagi rakyat sebagai bagian dari program kerja utama pemerintah.
"Presiden sudah saya laporkan, dan beliau menyampaikan salam hormat serta berharap program ini bisa menjadi gerakan nasional,” tutur Ara.
Renovasi RTLH ini juga termasuk dalam empat program percepatan (quick wins) yang digagas Kadin Indonesia menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80 pada 17 Agustus 2025.
Tiga program lainnya adalah Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemeriksaan Keselamatan Gratis (PKG), dan program dukungan bagi tenaga kerja migran.
Dari total 500 unit rumah yang akan direnovasi, 200 unit dialokasikan untuk wilayah Jakarta sebagai lokasi yang paling dekat dengan pusat kegiatan Kadin Indonesia.
Data awal menunjukkan bahwa sebanyak 51 unit rumah telah diverifikasi sebagai penerima manfaat di sejumlah kelurahan, termasuk Kampung Rawa (24 unit), Galur (9 unit), Johar Baru (9 unit), dan Tanah Tinggi (9 unit).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










