75 Tahun Hubungan Indonesia-China, Kadin Dorong Sinergi Strategis Hilirisasi Bernilai Tambah

AKURAT.CO Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menegaskan pentingnya menjaga dan memperkuat kemitraan strategis antara Indonesia dan China. Hal ini ia sampaikan dalam acara peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-China di Jakarta, Jumat malam (17/4/2025).
Dalam sambutannya, Anindya menyatakan bahwa hubungan kedua negara bukan hanya kuat di sektor ekonomi, melainkan juga memiliki kedalaman sejarah, budaya, serta kerja sama politik yang panjang.
“China dan Indonesia merupakan mitra strategis dalam banyak dimensi,” ujarnya dalam keterangan yang di terima di Jakarta, Jumat (18/4/2025).
Baca Juga: Tanpa Bantuan APBN, Kadin Renovasi 500 Rumah Tak Layak Huni
Secara ekonomi, China telah menjadi mitra dagang terbesar Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, kata Anindya, Indonesia mulai menunjukkan tren positif dalam ekspor ke China, terutama dari sektor hilirisasi seperti stainless steel.
Menurut Anindya, keberhasilan Indonesia dalam mengekspor stainless steel adalah buah dari strategi hilirisasi yang dilakukan pemerintah, serta kerja sama yang solid antara investor asal China dan industri dalam negeri.
“Kita justru mencatat surplus 2 miliar dolar AS dalam perdagangan dengan China,” jelasnya.
Selain sektor logam, Anindya juga melihat potensi ekspansi investasi China ke sektor lain seperti baterai, alumina, dan aluminium. Menurutnya, keberhasilan di sektor-sektor ini akan memperkuat nilai tambah industri Indonesia secara keseluruhan.
Meski menyambut erat investasi China, Anindya menekankan pentingnya menjaga hubungan seimbang dengan negara mitra lain, termasuk Amerika Serikat. Indonesia, tegasnya, berkomitmen untuk tetap nonblok dan bersikap terbuka terhadap semua mitra strategis demi kerja sama yang saling menguntungkan.
“China dan AS adalah dua kekuatan besar dunia. Indonesia sebagai negara besar juga memiliki potensi menjadi jembatan komunikasi dan perdagangan yang adil,” ucapnya.
Anindya juga mengungkapkan rencana kunjungan kerja Kadin ke China sebelum akhir tahun 2025. Kunjungan ini akan difokuskan pada kota-kota industri di luar Beijing dan Shanghai, guna mempelajari inovasi di bidang teknologi, kesehatan, pendidikan, hingga kecerdasan buatan (AI).
Baca Juga: Kadin Teken MoU dengan Rusia, Buka Peluang Dagang dan Investasi Baru Lewat Jalur Timur Jauh
Namun di tengah arus impor barang dari China yang masif, Anindya mengingatkan pentingnya penegakan hukum. Ia menyerukan agar semua barang impor masuk secara legal dan dikenai pajak sesuai ketentuan, guna menjaga daya saing pelaku UMKM di dalam negeri.
“UMKM Indonesia siap bersaing, tapi syaratnya adalah persaingan yang sehat. Artinya, barang-barang impor harus terdaftar dan membayar pajak sebagaimana mestinya,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









