CPO dan Batu Bara Turun, Besi dan Baja Jadi Andalan Baru Ekspor Non Migas RI
Demi Ermansyah | 21 April 2025, 17:39 WIB

AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya pergeseran dalam struktur ekspor nonmigas Indonesia pada Maret 2025. Dua komoditas unggulan, yaitu crude palm oil (CPO) dan batu bara, mengalami kontraksi nilai ekspor.
Sebaliknya, ekspor besi dan baja menunjukkan tren kenaikan dan menjadi penyumbang utama dalam total ekspor nonmigas.
Menurut Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, ekspor CPO dan turunannya pada Maret 2025 mencapai USD2,19 miliar, turun 2,55% secara bulanan (month to month/mtm) dibandingkan Februari 2025 sebesar USD2,25 miliar.
Menurut Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, ekspor CPO dan turunannya pada Maret 2025 mencapai USD2,19 miliar, turun 2,55% secara bulanan (month to month/mtm) dibandingkan Februari 2025 sebesar USD2,25 miliar.
Baca Juga: RI Selalu Surplus Dagang dengan AS Selama Satu Dekade, Tembus USD4,32 Miliar di Maret 2025
Namun secara tahunan (year on year/yoy), nilai ekspor CPO melonjak signifikan sebesar 40,85% dari sebelumnya USD1,58 miliar pada Maret 2024.
“Penurunan nilai ekspor CPO secara bulanan terjadi di tengah fluktuasi harga global dan adanya penyesuaian permintaan pasar,” ujar Amalia dalam konferensi pers bulanan, Senin (21/4/2025).
“Penurunan nilai ekspor CPO secara bulanan terjadi di tengah fluktuasi harga global dan adanya penyesuaian permintaan pasar,” ujar Amalia dalam konferensi pers bulanan, Senin (21/4/2025).
Selain CPO, lanjut Amalia, ekspor batu bara juga menunjukkan pelemahan. Nilainya tercatat sebesar USD1,97 miliar pada Maret 2025, atau turun 5,54% mtm dan merosot 23,14% yoy dibandingkan Maret 2024.
Menurut Amalia, penurunan nilai ekspor batu bara terjadi seiring melemahnya permintaan dari beberapa negara tujuan utama serta penyesuaian harga akibat sentimen pasar global terhadap energi fosil.
Di tengah penurunan dua komoditas andalan tersebut, lanjut Amalia, ekspor besi dan baja justru mengalami lonjakan signifikan. Nilai ekspor mencapai USD2,38 miliar, naik 19,64% mtm dan 11,84 % yoy.
“Ini menjadi sinyal positif bahwa sektor hilirisasi mineral seperti besi dan baja mulai memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional,” kata Amalia.
Menurut Amalia, penurunan nilai ekspor batu bara terjadi seiring melemahnya permintaan dari beberapa negara tujuan utama serta penyesuaian harga akibat sentimen pasar global terhadap energi fosil.
Di tengah penurunan dua komoditas andalan tersebut, lanjut Amalia, ekspor besi dan baja justru mengalami lonjakan signifikan. Nilai ekspor mencapai USD2,38 miliar, naik 19,64% mtm dan 11,84 % yoy.
“Ini menjadi sinyal positif bahwa sektor hilirisasi mineral seperti besi dan baja mulai memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional,” kata Amalia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









