AKURAT.CO Pemerintah Indonesia dan pemerintah Denmark menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) perpanjangan kerja sama di sektor energi baru terbarukan (EBT) dan konservasi energi.
Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, penandatangan MoU ini merupakan bagian perpanjangan apa yang telah dilakukan 10 tahun yang lalu.
"Kami sangat mengapresiasi selama kurang lebih 10 tahun Pemerintah Indonesia dan Denmark telah melakukan banyak hal dalam melakukan kerjasama khususnya pengembangan energi dan lebih khusus lagi energi baru terberukan," terang Menteri Bahlil Lahadalia di Jakarta, Senin (21/4/2025).
Bahlil menekankan, kondisi geopolitik dan geoekonomi global yang tidak menentu memaksa setiap negara memikirkan mana kawan yang sesungguhnya dan yang sekedar kawan dalam membangun kerja sama.
"Dan kami menyadari hal itu dan kami hari ini meyakini bahwa Denmark adalah kawan yang benar. Karena sekarang kawan lama tidak menjamin untuk ada kesetiaan dan kawan baru bukan berarti juga tidak setia. Sekalipun 10 tahun kita melakukan kerjasama tapi yakinlah bahwa Indonesia adalah kawan yang setia untuk selamanya," terangnya.
Bahlil berharap, pertemuan kedua negara dengan penandatangan MoU ini akan memberikan kemudahan-kemudahan di masa mendatang. Apalagi menurutnya, hampir semua negara di dunia saat ini memikirkan tentang bagaimana kepentingan domestik masing-masing.
"Tetapi kami Indonesia, sebagai negara merdeka, yang telah dituangkan dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, bahwa ketertimbangan dunia, kebutuhan dunia adalah merupakan bagian dari perintah konstitusi kami. Jadi kami akan selalu berada bersama-sama dengan semua negara yang memikirkan tentang masa depan dunia, termasuk dalamnya adalah persoalan energi," ujarnya.
Dalam kesempatan ini Bahlil juga mengungkapkan bahwa berdasarkan arahan Presiden RI Prabowo Subianto, Indonesia bisa konsisten dalam mewujudkan dan mengimplementasikan EBT. "Pak Presiden Prabowo menyampaikan kepada kami sebagai Menteri ESDM bahwa apa yang sudah direncanakan dijalankan," tukas Bahlil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal










