Pertanyakan Alasan LG Hengkang dari Proyek Baterai EV RI, ESDM: Dari Awal Enggak Niat
Camelia Rosa | 21 April 2025, 21:43 WIB

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber daya Mineral (ESDM) buka suara mengenai hengkangnya LG Energy Solution (LG) dari proyek baterai kendaraan listrik (EV) terintegrasi senilai USD7,7 miliar.
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba), Tri Winarno justru mempertanyakan keseriusan LG dalam proyek Titan ini.
"Dia (LG) sebetulnya niat enggak sih mau investasi di sini? Bukan, kalau misalnya dia enggak niat ya sudah. Ya memang dari awal enggak ada niat berarti," tegas Tri ketika ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (21/4/2025).
Apalagi menurutnya, sejak awal LG tidak tepat waktu menyelesaikan target yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia. Sehingga kemudian, proyek pun tidak ada perkembangan hingga bertahun-tahun.
"Kan selalu nggak tepat waktu mereka, sudah berapa tahun. Kamu mau bangun rumah, terus abis itu kamu harusnya udah groundbreaking, nggak juga. Kan yaudah, berarti dari kamu memang nggak (niat)," tuturnya.
Namun demikian, Tri memastikan, mundurnya LG dari proyek baterai EV ini tidak akan mengganggu agenda hilirisasi nikel Indonesia. Sebab menurutnya, pemerintah akan mencari mitra baru pengganti konsorsium Korea Selatan tersebut.
"Enggak, nggak. Engga kalau itu. Pasti ada nanti," tukas Tri.
Sebagai informasi, mundurnya LG dari proyek ini diumumkan oleh perusahaan oleh perusahaan sendiri pada Jumat (18/4/2025) lalu.
LG mengungkapkan alasan mundurnya perusahaan dari Proyek Titan ini lantaran adanya potensi pergeseran dalam lanskap industri, yang berujung pada perlambatan sementara premium EV global.
"Mempertimbangkan kondisi pasar dan lingkungan investasi, kami telah memutuskan untuk keluar dari proyek tersebut. Namun, kami akan melanjutkan bisnis kami yang ada di Indonesia, seperti pabrik baterai Hyundai LG Indonesia Green Power [HLI Green Power], usaha patungan kami dengan Hyundai Motor Group," jelas seorang pejabat dari LG Energy Solution, dikutip dari Yonhap News Agency.
"Namun, kami akan melanjutkan bisnis kami yang ada di Indonesia, seperti pabrik baterai Hyundai LG Indonesia Green Power (HLI Green Power), usaha patungan kami dengan Hyundai Motor Group," tukas pejabat tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









