Jadi Role Model Global, Program YESS Kementan Tarik Perhatian Dunia

AKURAT.CO Program pemberdayaan petani muda berbasis teknologi dari Kementerian Pertanian (Kementan) tak hanya berdampak di dalam negeri, tapi juga menarik perhatian dunia.
Dalam kunjungan kerja sama South-South and Triangular Cooperation (SSTC), delegasi dari lima negara—India, Gambia, Papua Nugini, Kenya, dan Rwanda—mengapresiasi upaya Indonesia mendorong pertanian modern melalui generasi muda.
Melalui Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) yang dijalankan oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Indonesia menunjukkan bahwa pertanian tak lagi identik dengan lumpur dan cangkul, tapi juga inovasi, teknologi, dan peluang ekonomi.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya peran anak muda dalam menggerakkan sektor pertanian.
“Petani milenial adalah kunci. Kalau mereka turun ke sawah dengan teknologi dan pendapatan yang menjanjikan, desa akan bergerak, ekonomi akan tumbuh,” ujar Mentan, Kamis (24/4/2025).
Selama kunjungan lapangan ke Jawa Barat, para delegasi SSTC berdialog langsung dengan para penerima manfaat Program YESS, termasuk mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor.
Mereka menyaksikan langsung model Teaching Factory (TeFa), yaitu metode pembelajaran berbasis produksi yang menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan sektor kerja agribisnis.
Baca Juga: Fitur Gemini Live Kini Tersedia untuk Semua Pengguna Android, Termasuk yang Gratis
“YESS menghubungkan institusi pendidikan ke dunia kerja. Setelah lulus, para siswa siap bekerja atau membuka usaha sendiri di sektor pertanian,” jelas Project Manager Program YESS, Miko Harjanti.
Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menyebut Program YESS sebagai contoh praktik baik dalam pembangunan SDM pertanian.
“Mulai dari akses pasar hingga pemberdayaan anak muda, semua bisa diadaptasi oleh negara lain. Ini bukti bahwa pertanian bisa menarik bagi generasi muda,” ungkapnya.
Maureen Maresi M'mbwanga, delegasi dari Kenya, mengaku terinspirasi oleh keseriusan Indonesia dalam memberi ruang dan fasilitas bagi anak muda.
Ia memuji penggunaan teknologi modern seperti hidroponik hingga pemanfaatan media sosial untuk memperluas pasar global.
“Anak-anak muda Indonesia sangat visioner. Mereka tidak hanya berpikir lokal, tapi juga menargetkan pasar ekspor,” katanya.
“Pertanian di sini tak lagi membosankan, justru jadi bidang yang keren dan menjanjikan.”
Sementara John Kendiga dari Papua Nugini menyebut kunjungannya ke Indonesia sebagai pengalaman yang membuka mata.
Ia terkesan dengan cara Indonesia mendidik dan memberdayakan generasi muda agar menjadi pelaku pembangunan.
“Ini luar biasa. Kami akan bawa pulang pelajaran ini dan mulai melakukan transformasi serupa di negara kami,” ujarnya.
Kunjungan SSTC menjadi bukti bahwa Indonesia kini dipandang sebagai pionir dalam transformasi sektor pertanian.
Melalui program seperti YESS, Indonesia menunjukkan bahwa dengan sinergi teknologi, pendidikan, dan pemberdayaan, pertanian bisa menjadi masa depan yang cerah—bukan hanya untuk Indonesia, tapi juga dunia.
Baca Juga: KemenPPPA Soroti Tingginya Kekerasan terhadap Anak: Hanya 0,01 Persen yang Lapor
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









