Krisis Listrik Spanyol Ungkap Risiko Sistemik Digital dalam Ekonomi Modern

AKURAT.CO Pemadaman listrik massal yang menimpa Spanyol dan Portugal akhir April 2025 lalu tak hanya menyoroti kerugian ekonomi besar, namun juga menguak risiko sistemik dari ketergantungan dunia modern pada sistem digital dan kelistrikan.
Dalam laporan resmi CaixaBank dikutip dari laman Bloomberg, pemadaman tersebut menyebabkan konsumsi rumah tangga di Spanyol anjlok hingga 34% dalam satu hari.
Aktivitas ekonomi yang bergantung pada koneksi listrik dan internet seperti perbankan, ritel online, bahkan sistem pembayaran publik terhambat signifikan. Estimasi kerugian mencapai hampir EUR400 juta, atau sekitar Rp7,45 triliun.
Meski kerugian tersebut disebut bersifat temporer, efek jangka pendek terhadap pasar dan kepercayaan konsumen dinilai cukup signifikan. Bloomberg Economics menyebut dampaknya dapat memangkas 0,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB) kuartalan Spanyol, meski sebagian potensi pemulihan bisa terjadi dalam minggu-minggu berikutnya.
Baca Juga: Pulau Sumatera Dua Hari Mati Listrik, DPR Desak PLN Perbaiki Manajemen dan Evaluasi
“Dalam dunia yang makin digital, listrik adalah tulang punggung ekonomi,” ujar Pakar sistem ketahanan digital di Universidad Complutense, Fernando Vázquez.
Sebab, lanjut Fernando, ketika pasokan listrik terhenti, bukan hanya rumah tangga saja yang gelap akan tetapi aktivitas ekonomi digital pun ikut berhenti berdenyut.
Kejadian ini juga berdampak pada sektor layanan publik, seperti transportasi massal dan jaringan komunikasi.
"Beberapa stasiun kereta api dilaporkan lumpuh, dan sejumlah jaringan telepon seluler kehilangan sinyal di beberapa titik," paparnya kembali.
Pemerintah Spanyol kini tengah menyelidiki penyebab utama pemadaman, dan memperkuat sistem keamanan jaringan distribusi nasional.
Fernando menyarankan agar negara-negara lain mulai meninjau ulang ketahanan infrastruktur digital mereka dari potensi risiko serupa, termasuk serangan siber atau kegagalan teknis terintegrasi.
Ekonom dan pelaku industri kini menilai pentingnya investasi dalam sistem backup dan infrastruktur kritis yang lebih resilien. Pelajaran besar dari insiden ini adalah bahwa transformasi digital harus berjalan seiring dengan keamanan energi dan ketahanan sistem teknologi dasar.
Baca Juga: Pemerintah Minta Maaf Atas Pemadaman Listrik di Bali, Pemulihan Dilakukan Bertahap
"Sebab dalam jangka panjang, peristiwa tersebut dapat menjadi pengingat keras bahwa pertumbuhan ekonomi modern tidak bisa dilepaskan dari sistem kelistrikan dan digital yang tangguh," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








