Komisi VI Minta Kimia Farma Perluas Layanan Apotek ke Seluruh Pelosok Negeri
Camelia Rosa | 11 Mei 2025, 14:37 WIB

AKURAT.CO Anggota Komisi VI DPR RI, Hasani Bin Zuber mendorong PT Kimia Farma untuk memperluas jangkauan layanan apoteknya hingga ke seluruh pelosok negeri, khususnya di daerah pemilihannya di Pulau Madura.
Hal ini disampaikan dalam rapat kerja Komisi VI bersama BUMN Farmasi terkait perkembangan industri farmasi nasional.
"Sebagai pemilik jaringan apotek terbesar di Indonesia tadi, Bapak juga telah memaparkan sebaran 1.054 titik Kimia Farma apotek ini kan. Kami berharap Kimia Farma bisa menjangkau seluruh pelosok negeri agar memudahkan masyarakat mengakses obat-obatan berkualitas," jelas Hasani, dikutip Minggu (11/5/2025).
Ia menyoroti bahwa saat ini di Madura, yang notabene terdiri dari empat kabupaten, hanya terdapat delapan apotek Kimia Farma. Menurutnya, jumlah tersebut masih belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.
"Di Dapil saya Pak, Madura ada empat kabupaten, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, di sini ada delapan apotek (Kimia Farma) yang tersebar. Ini aspirasi Pak, bahwa kami berharap Kimia Farma bisa memperbanyak apoteknya hingga mungkin sampai ke tingkat kecamatan," tegas Legislator dapil Jawa Timur XI itu.
Lebih lanjut, Iai juga menyinggung tantangan yang dihadapi industri farmasi dalam negeri, termasuk dominasi produk impor yang lebih murah, regulasi yang ketat dan kerap berubah, serta infrastruktur kesehatan yang belum merata.
Ia juga menyoroti rendahnya nilai investasi dalam riset dan pengembangan sebagai hambatan dalam meningkatkan daya saing global.
"Kita juga mengetahui bahwa industri farmasi menghadapi tantangan dari produk impor yang lebih murah, regulasi yang ketat yang dan sering berubah serta infrastruktur kesehatan yang belum merata. Selain itu nilai investasi dalam riset dan pengembangan masih rendah, ini menghambat kemampuan untuk bersaing dengan industri farmasi global," paparnya.
Dalam kesempatan itu, Politisi Fraksi Partai Demokrat itu menyampaikan pentingnya sinergi antar entitas di bawah holding BUMN Farmasi untuk mengatasi berbagai persoalan yang masih membayangi sektor tersebut.
"Oleh karenanya kami ingin mendalami terkait dengan pembentukan untuk mengeliminasi masalah yang timbul itu Pak. Kami berharap Biofarma dan sub holding-nya bisa bersinergi satu dengan yang lainnya, jangan sampai kerugian perusahaan yang timbul di Tahun 2022 terus terjadi hingga saat ini dan juga jangan sampai BUMN Farmasi ini ya laku hanya ketika pandemi saja. Kita berharap lagi juga ada terobosan dan inovasi," tukas Hasani.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








