Manufaktur RI Bukukan Potensi Transaksi Ratusan Miliar Rupiah dalam Business Matching Yang Digelar ITPC Sao Paulo
Hefriday | 27 Mei 2025, 17:53 WIB

AKURAT.CO Potensi ekspor produk manufaktur Indonesia ke pasar Brasil kian menjanjikan. Melalui serangkaian kegiatan penjajakan bisnis (business matching) yang digelar oleh Kementerian Perdagangan RI, perdagangan bilateral antara Indonesia dan Brasil semakin terbuka lebar.
Salah satu sorotan utama adalah keberhasilan produk panel surya buatan Indonesia yang mencatat potensi transaksi senilai USD42 juta, atau setara Rp693 miliar, dalam sesi business matching daring pada 23 April 2025.
Kegiatan yang digelar oleh Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di Sao Paulo ini mempertemukan PT Solar Karya Indonesia dengan perusahaan Brasil, MRT Auditoria E Consultoria. Kedua pihak sepakat untuk melanjutkan kerja sama yang mencakup kelancaran ekspor dan kemudahan akses pasar di Brasil.
“MRT berminat menjadi perwakilan resmi kami di Brasil, guna mempercepat proses regulasi dan sertifikasi produk,” ujar Kepala ITPC Sao Paulo, Donny Tamtama dalam pertemuan secara daring, Selasa (27/5/2025).
Langkah ini diharapkan mampu mempermudah penetrasi produk panel surya Indonesia ke berbagai sektor, termasuk supermarket, pabrik, hingga area publik di Brasil yang kini tengah gencar mengadopsi energi terbarukan.
Kepala Departemen Manufaktur dan Operasi PT Solar Karya Indonesia, Putu Yajnartha, menyebut bahwa peluang ini menjadi momentum penting dalam ekspansi energi bersih dari Indonesia ke kancah internasional.
“Kami siap bersaing dan berkolaborasi dengan mitra lokal demi mendukung transisi energi global yang ramah lingkungan,” tegasnya.
Tak hanya energi, sektor otomotif juga ikut unjuk gigi. Dua hari setelah business matching panel surya, ITPC Sao Paulo kembali memfasilitasi pertemuan daring antara PT Astra Otoparts dan Exata Importacao E Comercio LTDA dari Brasil. Potensi transaksi dalam pertemuan ini mencapai USD100 ribu atau sekitar Rp1,64 miliar.
Produk suku cadang asal Indonesia dipandang sangat relevan untuk pasar Brasil, khususnya di wilayah Goiânia yang mengandalkan sepeda motor sebagai moda transportasi utama.
“Kami ingin memasarkan produk Astra Otoparts secara luas di wilayah ini,” kata perwakilan Exata.
Manajer Pemasaran PT Astra Otoparts, Merry Chandra, menilai potensi pasar Brasil sangat signifikan. “Kami berkomitmen menyediakan produk berkualitas dan layanan terbaik demi memperkuat kehadiran Indonesia di pasar otomotif Brasil,” tuturnya.
Lebih lanjut, ITPC Sao Paulo bersama Direktorat Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Kemendag RI turut menyelenggarakan sesi pitching produk besi dan baja secara daring pada 28 April 2025. Tujuh eksportir Indonesia, termasuk Krakatau Posco dan Gunung Raja Paksi, mempresentasikan produknya kepada perwakilan perdagangan RI dari berbagai negara tujuan ekspor.
“Pitching ini bertujuan mengidentifikasi kekuatan produk besi dan baja nasional serta membuka peluang pasar yang lebih luas,” ujar Donny.
Sebagai tindak lanjut, para perwakilan perdagangan RI akan membantu mencarikan calon pembeli di negara masing-masing. Berbagai inisiatif ini memperlihatkan strategi ekspor Indonesia yang semakin terstruktur dan berbasis permintaan pasar.
“Brasil menunjukkan tren positif terhadap produk Indonesia, khususnya energi dan otomotif. Ini peluang besar untuk memperluas ekspor di kawasan Amerika Latin,” tambah Donny.
Sebagai catatan, total ekspor Indonesia ke Brasil pada kuartal I 2025 mencapai USD560 juta, tumbuh 55,06% dibanding periode sama tahun lalu. Sementara pada 2024, total perdagangan Indonesia-Brasil mencapai USD7,15 miliar, dengan ekspor Indonesia sebesar USD1,72 miliar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










