Akurat
Pemprov Sumsel

HKI Siapkan Paket Investasi untuk Jaga Daya Saing Kawasan Industri di Tengah Gejolak Global

Hefriday | 26 Juni 2025, 14:20 WIB
HKI Siapkan Paket Investasi untuk Jaga Daya Saing Kawasan Industri di Tengah Gejolak Global

AKURAT.CO Kawasan industri di Indonesia telah menjadi bagian penting dari pembangunan ekonomi nasional selama lebih dari lima dekade. Sebagai perpanjangan tangan pemerintah, kawasan industri berperan besar dalam mendorong pemerataan pembangunan, penataan ruang yang lebih baik, serta menciptakan lapangan kerja yang luas.

Namun, dinamika global yang kian tidak menentu kini menempatkan sektor ini dalam tantangan baru yang memerlukan langkah strategis dan kolaboratif.

Salah satu isu yang menjadi sorotan saat ini adalah memanasnya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Konflik yang berkepanjangan dikhawatirkan mengganggu rantai pasok global, menaikkan harga energi, dan menurunkan minat investor asing untuk menanamkan modalnya di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Imbasnya, kawasan industri dan sektor manufaktur berpotensi terdampak signifikan.

Ketergantungan industri nasional terhadap pasokan energi, khususnya gas, menjadikan ketahanan energi sebagai kunci menjaga kelangsungan produksi. Dalam forum Dialog Nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Kawasan Industri (HKI) di Jakarta, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, menyatakan bahwa pemerintah tengah mempertimbangkan opsi impor gas guna memastikan pasokan tetap stabil.

Baca Juga: ISC dan KADIN Kolaborasi Rumuskan Kebijakan Ekonomi Berbasis Data dan Dampak Nyata

“Kami membuka opsi untuk mengimpor gas demi menjaga suplai energi bagi industri. Ini adalah bentuk komitmen pemerintah agar sektor industri tidak terganggu oleh fluktuasi global,” ujar Yuliot dalam keterengan yang diterima, Kamis (26/6/2025).

Menanggapi hal ini, Ketua Umum HKI, Akhmad Ma’ruf Maulana, menekankan pentingnya kehadiran solusi konkret dari pemerintah terkait penyediaan gas dengan harga yang kompetitif. Menurutnya, daya saing kawasan industri nasional sangat bergantung pada stabilitas energi, terutama di tengah tekanan global yang dinamis.

“Diperlukan kebijakan gas industri yang tidak hanya menjamin pasokan, tetapi juga menjaga daya saing harga. Kami berharap pemerintah bisa memberikan kejelasan dan insentif yang mendukung sektor industri untuk tetap tumbuh,” tegas Ma’ruf.

Sebagai langkah strategis untuk menjaga daya tarik investasi, HKI saat ini tengah merancang Program Paket Investasi, sebuah inisiatif perdana yang bertujuan untuk menarik Foreign Direct Investment (FDI) ke kawasan industri Indonesia. Program ini merupakan bentuk respons terhadap ketidakpastian global dan kebutuhan akan iklim investasi yang lebih kompetitif.

Ma’ruf menjelaskan bahwa program ini akan dirancang dengan pendekatan proaktif. HKI akan bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian, Kementerian Investasi/BKPM, dan sejumlah kementerian terkait untuk merumuskan rekomendasi kebijakan, skema insentif yang menarik, hingga model penyediaan lahan dan infrastruktur yang ramah investor.

Baca Juga: Kadin dan Bank Tanah Jajaki Sinergi Aset Negara untuk Program Strategis

“Kami ingin memastikan bahwa Indonesia tetap menjadi tujuan utama investasi, bahkan di tengah tantangan global. Program ini akan kami kenalkan saat pelantikan pengurus HKI periode 2025–2029, sebagai sinyal kuat bahwa HKI siap bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi nasional,” tambahnya.

Program Paket Investasi juga akan mengusung kolaborasi lintas sektor dengan semangat reformasi kebijakan yang cepat dan adaptif. Diharapkan, pendekatan ini akan memperkuat ekosistem industri yang tidak hanya atraktif secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan secara sosial dan lingkungan.

HKI juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik dari kalangan pemerintah, pelaku industri, hingga mitra internasional, untuk memperkuat kolaborasi strategis. Tujuannya adalah menciptakan iklim usaha yang stabil, inklusif, dan kondusif bagi pertumbuhan investasi jangka panjang.

Dengan strategi ini, kawasan industri diharapkan dapat terus berfungsi sebagai simpul penting dalam rantai pasok nasional dan global, serta menjadi katalisator pembangunan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.

“Ke depan, kawasan industri harus mampu menjawab tantangan zaman. HKI berkomitmen untuk terus menjadi jembatan antara pelaku usaha dan pemerintah, guna memastikan transformasi industri Indonesia berjalan secara inklusif dan kompetitif,” pungkas Ma’ruf.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi