Pertamina Butuh Regulasi untuk Impor Energi USD15,5 Miliar dari AS

AKURAT.CO PT Pertamina (Persero) mengakui butuh dukungan regulasi dari pemerintah berkaitan dengan rencana impor liquefied petroleum gas (LPG) dan minyak mentah atau crude oil dari Amerika Serikat (AS) senilai USD15,5 miliar.
Demikian diungkapkan oleh Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso ketika ditanya mengenai waktu pelaksanaan impor energi usai Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump menyepakati penurunan tarif dari 32% menjadi 19%.
"Nah untuk melakukan itu kita perlu dukungan regulasi dari pemerintah untuk menjustifikasi untuk kita bisa melakukan pengadaan dari sananya," jelas Fadjar ketika ditemui di Jakarta, Kamis (17/7/2025).
Baca Juga: Pertamina Tawarkan 19 Proyek Energi Senilai Rp150 Triliun ke Investor
Terkait volume dan nilai impor masing-masing komoditas, Fadjar menegaskan bahwa pihaknya memang belum bisa menyampaikan hal tersebut.
"Nah itu belum bisa kami sampaikan karena adanya perjanjian kerjasama bahwa tidak boleh ada public announcement terkait dengan kerjasama yang energi khususnya," terang Fadjar.
Meski demikian dikatakannya, volume impor juga masih dalam tahap negosiasi jadi tidak serta merta diputuskan angkanya. Katanya, impor produk energi juga akan dilakukan secara bertahap setiap tahunnya.
"Dan MOU nya juga masih terbuka sifatnya, jadi ya nanti akan sesuai kebutuhan, kapasitas fiskal kita juga, dan kesiapan kilang-kilang kita juga nanti untuk menampung gitu. Tapi intinya peluangnya ada untuk minyak betah dan LPG," ucapnya.
Baca Juga: UMKM Binaan Pertamina Unjuk Gigi di Korea, Raup Potensi Transaksi Besar
Fadjar juga memastikan Pertamina mendukung apa yang sudah menjadi kebijakan dari pemerintah.
"Jadi yang penting kita mendukung pemerintah, kita kontribusi pertaminan ke pemerintah yang melalui kerjasama," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






