Bahlil: Sumur Tua Hingga Investasi Jadi Tantangan Besar di Sektor Migas

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan sejumlah tantangan besar yang tengah dihadapi sektor minyak dan gas bumi (migas) nasional.
Bahlil menyebut sebagian besar sumur migas Indonesia saat ini merupakan sumur tua, bahkan sudah ada sebelum kemerdekaan Indonesia.
“Kita mempunyai tantangan yang luar biasa. Pertama, memang sumur-sumur kita sekarang sumur-sumur tua. Sumur-sumurnya sebelum Indonesia merdeka sudah ada,” kata Bahlil dalam acara Energi dan Mineral Festival, Rabu (30/7/2025).
Baca Juga: Kementerian ESDM Jaring Masukan Pakar Soal LPG Satu Harga
Selain itu, Bahlil mengatakan masih banyak sumur dalam kondisi idle yang belum dimanfaatkan optimal.
Faktor ketiga, Ketua Umum Partai Golkar ini menyebut investasi besar di sektor migas menjadi salah satu tantangan yang perlu dihadapi.
“Yang kedua, idle well kita masih banyak. Dan yang ketiga, memang investasi di bidang migas ini luar biasa besar dengan risiko yang besar,” ujarnya.
Meski demikian, Bahlil menegaskan bahwa masih ada harapan. Dirinya mengaku baru saja berdiskusi dengan para pimpinan hulu Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di bawah koordinasi SKK Migas.
Baca Juga: Kementerian ESDM Pastikan Ekspor Mineral Kritis ke AS Tak Langgar UU
“Rasanya sih ada secerca harapan untuk kita menuju pada perbaikan lifting untuk mencapai target atas arahan bapak presiden 2029-2030 harus kurang lebih sekitar 900.000 barel per day,” ucap Bahlil.
Apalagi, Bahlil menuturkan saat dirinya pergi dari kantor pada sore tadi, lifting migas hari ini telah menembus angka 608.000 barel per hari (bph).
"Hari ini saya baru keluar dari kantor, saya lihat di layar monitor yang online. Sudah mencapai 608.000 barel hari ini lifting kita. Tapi belum akumulatif ya," ujar Bahlil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










