AKURAT.CO Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti, menyatakan penandatanganan perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Peru (Indonesia–Peru Comprehensive Economic Partnership Agreement/IP-CEPA) menjadi tonggak penting bagi peningkatan hubungan dagang kedua negara.
Kesepakatan ini membuka akses pasar yang lebih luas dan memperkuat posisi kedua pihak di kancah perdagangan internasional.
Menurut Roro, dalam empat tahun terakhir perdagangan Indonesia–Peru mencatatkan pertumbuhan rata-rata sebesar 15% per tahun.
Pemerintah optimistis tren positif ini akan terus berlanjut seiring dengan penandatanganan IP-CEPA yang dijadwalkan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Senin (11/8/2025).
“Perjanjian ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk pertanian dan ekspor nasional. Selain itu, IP-CEPA juga menjadi jalur strategis bagi Peru untuk mengakses pasar besar di kawasan Asia Tenggara,” ujarnya saat menghadiri Forum Bisnis Indonesia–Peru di kantor Kadin Indonesia, Jakarta, Senin (11/8/2025).
Data Kementerian Perdagangan menunjukkan total nilai perdagangan Indonesia–Peru pada 2024 mencapai USD479 juta. Ekspor Indonesia tercatat sebesar USD329,4 juta, sementara impor dari Peru mencapai USD149,6 juta.
Produk ekspor unggulan Indonesia ke Peru meliputi sepeda motor, mobil, alas kaki, serta minyak kelapa sawit. Adapun produk utama yang diimpor dari Peru antara lain kakao, buah beri, pupuk, dan sejumlah komoditas pertanian lainnya.
Roro menjelaskan, dalam perjanjian IP-CEPA, Indonesia akan menghapus tarif sekitar 85% untuk lebih dari 9.700 jenis produk asal Peru.
Sebaliknya, Peru akan menghapus tarif 87% untuk lebih dari 6.900 produk asal Indonesia. Kebijakan ini diharapkan memperkuat daya saing produk kedua negara di pasar masing-masing.
Penandatanganan IP-CEPA ini juga menjadi kesepakatan ekonomi komprehensif kedua yang dilakukan Indonesia dengan negara di kawasan Amerika. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperluas pasar nontradisional dan membangun kemitraan strategis lintas benua.
Lebih lanjut, pemerintah menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan surplus perdagangan, di antaranya melalui peningkatan volume dagang, fasilitasi transfer teknologi di sektor tertentu, dan pembentukan kerangka kerja yang memperkuat hubungan ekonomi.
Roro menegaskan, kolaborasi ini tidak hanya ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membangun solidaritas menghadapi tantangan global.
“Kami juga akan melanjutkan negosiasi untuk perjanjian investasi dan jasa. IP-CEPA ini akan membuka akses bebas tarif bagi produk Peru seperti cokelat, gula, dan beras ke pasar Indonesia,” imbuhnya.
Roro turut berharap hubungan Indonesia dan Peru ke depan tidak hanya berfokus pada perdagangan, tetapi juga mampu mempererat hubungan budaya, memperluas pertukaran masyarakat, dan menciptakan kemitraan yang saling menguntungkan dalam jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026










