Mentan Amran Apresiasi Dukungan Kejaksaan Percepat Distribusi Pupuk dan Cetak Sawah

AKURAT.CO Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan apresiasinya terhadap peran besar Kejaksaan Agung dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, kolaborasi antara Kementerian Pertanian dan jajaran Kejaksaan berhasil mempercepat berbagai proses strategis, mulai dari distribusi pupuk, percepatan tender, hingga cetak sawah baru.
Dalam sambutannya pada panen raya Program Jaksa Mandiri Pangan, Amran menekankan bahwa kontribusi Kejaksaan begitu signifikan. Bahkan, menurutnya, jika Kementerian Pertanian yang memerintahkan dinas di daerah, sering kali eksekusi berjalan lambat.
Baca Juga: Kementan Temukan Beras Premium Palsu, Oplosan Capai 59 Persen
Namun, ketika instruksi datang dari Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) maupun Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), respon di lapangan bisa jauh lebih cepat.
“Kalau kami yang perintah, kadang lima kali belum jalan. Tapi kalau Pak Kajati yang telepon, malam juga pupuk turun ke sawah. Dampaknya luar biasa. Itulah mengapa peran Jaksa Agung dan seluruh jajarannya ibarat ‘saham besar’ dalam mendukung pangan Republik Indonesia,” ujar Amran saat menghadiri acara panen raya di Bekasi, Selasa (19/8/2025).
Amran memaparkan, keterlibatan Kejaksaan tidak hanya terbatas pada dukungan administrasi, tetapi juga memberikan efek percepatan pada program cetak sawah. Hingga 2025, program ini sudah mencatatkan perluasan lahan sekitar 225 ribu hektare di berbagai wilayah, termasuk Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Papua Selatan, dan Sumatera Selatan.
“Kalau cetak sawah terlambat tiga bulan saja, kita bisa kehilangan potensi 1 juta ton beras. Itu setara kerugian Rp6,5 triliun. Jadi percepatan ini sangat menentukan keberhasilan kita menuju swasembada,” jelasnya.
Lebih lanjut, Amran optimistis dengan dukungan penuh Kejaksaan, target Presiden untuk mencapai swasembada pangan dalam empat tahun bisa lebih cepat terealisasi. Ia bahkan memperkirakan jika tidak ada gejolak, capaian tersebut bisa diraih hanya dalam satu tahun ke depan.
“Target Bapak Presiden 4 tahun, tapi dengan percepatan yang ada, insyaallah bisa kita rebut dalam satu tahun. Ini kontribusi nyata dari kolaborasi Kementan dan Kejaksaan,” kata Amran.
Salah satu isu klasik yang dihadapi petani adalah keterlambatan distribusi pupuk akibat tender yang molor. Menurut Amran, intervensi Kejaksaan di titik ini sangat membantu.
Baca Juga: KPK Periksa Auditor BPK Terkait Kasus TPPU di Kementan
“Kalau ada kendala distribusi, begitu Kajati yang bicara, pupuk langsung turun. Getarannya beda. Inilah bukti nyata bahwa sinergi lintas lembaga membawa hasil konkret bagi petani,” ungkapnya.
Amran juga menegaskan bahwa capaian sektor pertanian saat ini mendapat pengakuan dari berbagai lembaga internasional, termasuk FAO dan USDA Amerika Serikat. Bahkan, menurut laporan resmi Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertanian memberikan kontribusi 10,55% terhadap pertumbuhan ekonomi, angka tertinggi dalam sejarah.
“Belum ada tambahan anggaran, tapi dengan kebijakan, kolaborasi, dan dukungan lintas sektor, kita bisa mencatatkan capaian setinggi ini. Ini adalah kerja keras kita semua,” ujarnya.
Dalam pidatonya, Amran juga sempat menyelipkan humor terkait peran Kementerian Pertanian dan Kejaksaan. Ia menyebut dirinya bertugas mengatasi “tikus sawah”, sementara Kejaksaan berperan menindak “tikus berdasi”.
“Jadi kita bagi tugas. Saya urus yang di sawah, Pak Jaksa Agung urus yang berdasi. Keduanya harus ditangani agar produksi naik 5–10%,” ucapnya disambut tawa peserta.
Menurut Amran, efek dukungan Kejaksaan terasa hingga ke pelosok. Mulai dari percepatan tender, percepatan distribusi pupuk, hingga pengawasan pelaksanaan cetak sawah di berbagai provinsi.
Hal ini memastikan kebijakan strategis Presiden benar-benar terlaksana di lapangan.
“Kalau instruksi datang dari Kajati, itu langsung dieksekusi. Tidak ada alasan ditunda. Itulah kenapa percepatan bisa berjalan efektif. Dampaknya, petani kita semakin produktif,” jelasnya.
Atas kontribusi besar Kejaksaan, Amran menyampaikan rasa terima kasih mewakili lebih dari 100 juta petani padi di Indonesia.
“Kami merasa terhormat dan terbantu. Tanpa dukungan Jaksa Agung dan jajaran, capaian ini sulit diraih. Inilah bentuk gotong royong nyata demi swasembada pangan,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










