AKURAT.CO Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaksanakan Gerakan Pangan Murah di Kelurahan Kedamaian, Kota Bandar Lampung. Program ini digelar sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok di tengah masyarakat.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menyampaikan kegiatan ini tidak hanya dirancang untuk meringankan beban masyarakat, tetapi juga mendukung pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, mayoritas pedagang yang berpartisipasi dalam kegiatan ini merupakan pelaku UMKM lokal.
“Operasi pasar murah merupakan salah satu cara Kadin bersama Bapanas agar masyarakat bisa mendapatkan pangan dengan harga terjangkau. Selain itu, kegiatan ini juga membantu UMKM tetap bergerak sehingga turut mendorong perekonomian nasional,” ujar Anindya dalam keterangannya, Minggu (14/9/2025).
Dirinya menambahkan, Gerakan Pangan Murah adalah bentuk nyata integrasi antara sektor hulu dan hilir dalam ekosistem pangan nasional. Dengan demikian, diharapkan harga yang diterima petani dan peternak tetap adil, sementara konsumen juga bisa mengakses kebutuhan dengan harga yang wajar.
“Operasi pasar murah merupakan salah satu cara Kadin bersama Bapanas agar masyarakat bisa mendapatkan pangan dengan harga terjangkau. Selain itu, kegiatan ini juga membantu UMKM tetap bergerak sehingga turut mendorong perekonomian nasional,” ujar Anindya dalam keterangannya, Minggu (14/9/2025).
Dirinya menambahkan, Gerakan Pangan Murah adalah bentuk nyata integrasi antara sektor hulu dan hilir dalam ekosistem pangan nasional. Dengan demikian, diharapkan harga yang diterima petani dan peternak tetap adil, sementara konsumen juga bisa mengakses kebutuhan dengan harga yang wajar.
Baca Juga: Bulog Lanjutkan Gerakan Pangan Murah
Sementara itu, Ketua Umum Kadin Provinsi Lampung, Muhammad Kadafi, menegaskan bahwa Kadin hadir untuk memastikan program pemerintah pusat berjalan optimal. Salah satunya adalah mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digencarkan pemerintah.
“Harapan kami, program ini bisa menopang ekonomi masyarakat pasca-Covid-19. Ekonomi masyarakat merupakan pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan adanya kepedulian pelaku usaha, semoga bangsa kita semakin siap menuju Indonesia Emas 2045,” kata Kadafi.
Gerakan Pangan Murah di Bandar Lampung menjadi salah satu bentuk kolaborasi lintas sektor yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, sejumlah komoditas pokok dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar, sehingga bisa membantu menekan laju inflasi di daerah.
Sejumlah kebutuhan pangan yang tersedia dalam program tersebut antara lain beras, minyak goreng, telur, tepung terigu, daging, cabai, bawang, hingga buah-buahan segar. Langkah ini diharapkan mampu menekan harga yang belakangan cenderung fluktuatif di pasaran.
Beberapa komoditas dijual dengan harga sangat terjangkau, seperti bawang merah Rp17.500 per 500 gram, bawang putih Rp15.000 per 500 gram, cabai merah Rp11.000 per 250 gram, serta cabai caplak Rp8.000 per 250 gram. Harga tersebut jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata harga di pasar tradisional.
Gerakan ini disambut antusias oleh masyarakat sekitar yang berbondong-bondong hadir untuk membeli kebutuhan pokok. Selain membantu masyarakat, kehadiran pedagang UMKM dalam kegiatan tersebut juga diharapkan memperluas akses pasar bagi mereka.
Sementara itu, Ketua Umum Kadin Provinsi Lampung, Muhammad Kadafi, menegaskan bahwa Kadin hadir untuk memastikan program pemerintah pusat berjalan optimal. Salah satunya adalah mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digencarkan pemerintah.
“Harapan kami, program ini bisa menopang ekonomi masyarakat pasca-Covid-19. Ekonomi masyarakat merupakan pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan adanya kepedulian pelaku usaha, semoga bangsa kita semakin siap menuju Indonesia Emas 2045,” kata Kadafi.
Gerakan Pangan Murah di Bandar Lampung menjadi salah satu bentuk kolaborasi lintas sektor yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, sejumlah komoditas pokok dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar, sehingga bisa membantu menekan laju inflasi di daerah.
Sejumlah kebutuhan pangan yang tersedia dalam program tersebut antara lain beras, minyak goreng, telur, tepung terigu, daging, cabai, bawang, hingga buah-buahan segar. Langkah ini diharapkan mampu menekan harga yang belakangan cenderung fluktuatif di pasaran.
Beberapa komoditas dijual dengan harga sangat terjangkau, seperti bawang merah Rp17.500 per 500 gram, bawang putih Rp15.000 per 500 gram, cabai merah Rp11.000 per 250 gram, serta cabai caplak Rp8.000 per 250 gram. Harga tersebut jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata harga di pasar tradisional.
Gerakan ini disambut antusias oleh masyarakat sekitar yang berbondong-bondong hadir untuk membeli kebutuhan pokok. Selain membantu masyarakat, kehadiran pedagang UMKM dalam kegiatan tersebut juga diharapkan memperluas akses pasar bagi mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026










