Bulog Ingin Diperluas Kewenangannya, Kelola Cadangan Gula Pemerintah

AKURAT.CO Perum Bulog mengajukan usulan kepada pemerintah melalui Komisi VI DPR RI agar diberi mandat sebagai penyelenggara Cadangan Gula Pemerintah (CGP). Usulan ini diajukan dengan tujuan menjaga stabilitas harga gula sekaligus memberikan perlindungan terhadap kesejahteraan petani tebu.
Saat ini, kewenangan penyelenggaraan CGP berada di bawah Badan Pangan Nasional (Bapanas). Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa pihaknya hanya bisa melaksanakan peran tersebut jika mendapatkan penugasan resmi dari Bapanas.
“Diperlukan kebijakan operasional dari Bapanas untuk menugaskan Bulog menyelenggarakan CGP yang berasal dari gula dalam negeri dan gula impor,” ujar Ahmad Rizal dalam keterangannya, Selasa (30/9/2025).
Baca Juga: Modernisasi, Gudang Baru Bulog Bakal Dilengkapi Fasilitas Canggih
Ia menjelaskan, Bulog mengusulkan skema CGP yang dirancang secara komprehensif dengan memperhatikan berbagai aspek penting. Pertama, penetapan harga pokok pembelian (HPP) tebu yang dianggap adil sehingga harga di tingkat petani tetap sesuai dengan biaya usaha tani yang wajar.
Kedua, penetapan harga pokok penjualan gula di gudang Bulog yang dilakukan secara transparan. Mekanisme ini, menurutnya, harus dihitung bersama dengan melibatkan Bulog, industri gula, dan importir agar tercipta keadilan dalam rantai distribusi.
Ketiga, penetapan harga eceran tertinggi (HET) yang memperhitungkan biaya distribusi setelah keluar dari gudang Bulog. Dengan skema ini, harga gula di tingkat konsumen dapat tetap terjangkau, baik untuk gula kristal putih (GKP) maupun gula kristal rafinasi (GKR) yang dibutuhkan industri.
Ahmad Rizal menambahkan, usulan pengelolaan CGP ini sebenarnya meniru pola Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang selama ini dikelola Bulog. Menurutnya, pengalaman Bulog dalam menjaga ketersediaan beras bisa diterapkan pula pada sektor gula.
“Jadi gula pun nanti harganya lebih terkendali. Termasuk juga menjamin supaya petani tebu mendapatkan harga yang diinginkan. Tidak terlalu rendah. Kalau seperti sekarang kan enggak ada yang beli, petani kasihan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan penyerapan gula oleh Bulog akan dilakukan setiap musim panen. Dengan cara ini, gula hasil produksi petani dapat terserap secara optimal tanpa harus menunggu harga pasar yang sering kali merugikan.
“Ini win-win solution. Para petani bisa memperoleh harga yang layak, sementara konsumen tetap mendapatkan gula dengan harga yang terjangkau. Jadi keseimbangan antara produsen dan konsumen tetap terjaga,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








