Evakuasi Korban Longsor Freeport Terus Diupayakan, ESDM Fokus Evaluasi

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan proses evakuasi lima pekerja yang masih terjebak akibat longsor yang terjadi di tambang bawah tanah Freeport.
Adapun, terdapat tujuh penambang terjebak dikarenakan insiden longsor terjadi di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave, Papua sejak tanggal 8 September 2025. Dari tujuh pekerja, dua berhasil ditemukan namun dalam keadaan meninggal dunia.
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyampaikan bahwa tim di lapangan kini tengah berupaya mendekati lokasi yang diperkirakan terdapat korban.
Baca Juga: Kementerian ESDM Kirim Tim Selidiki Insiden Kebakaran Kilang Pertamina Dumai
“Sekarang masih melakukan evakuasi untuk yang lima, yang lainnya. Terus kemudian sekarang jaraknya tinggal sekitar 130-an meter lagi diperkirakan. Kan tempat yang diperkirakan ada itunya itu tinggal segitu. Nanti kita lihat,” kata Tri saat ditemui, Kamis (2/10/2025).
Menjawab pertanyaan soal evaluasi pasca insiden, Tri menegaskan bahwa pihaknya baru bisa melakukan evaluasi menyeluruh setelah status force majeure dicabut dan proses evakuasi selesai.
Tri menekankan bahwa evaluasi yang akan dilakukan mencakup aspek teknis maupun prosedural agar insiden serupa tidak kembali terjadi.
“Penekanan kita adalah jangan sampai kejadian sama terulang kembali. Karena ada potensi berarti untuk mud itu masuk. Nah, itu seperti apa penanggulangannya. Nanti dia kita mintakan untuk paparan,” tutur Tri.
Diberitakan sebelumnya, PT Freeport Indonesia (PTFI) masih terus melakukan upaya pencarian terhadap lima pekerja yang belum ditemukan akibat longsor yang terjadi di tambang bawah tanah Freeport.
VP Corporate Communications PT Freeport Indonesia, Katri Krisnati mengatakan bahwa hingga kini pencarian dilakukan tanpa henti siang dan malam meski menghadapi tantangan besar di lapangan.
Baca Juga: Peringati 80 Tahun Pertambangan dan Energi, Menteri ESDM Pimpin Tabur Bunga di Kalibata
“Tim penyelamat terus bekerja siang dan malam meski menghadapi tantangan besar dari pergerakan material basah dan berisiko tinggi,” kata Katri kepada Akurat.co, Kamis (25/9/2025).
Katri menyebut, tim penyelamat terus melalukan penggalian dari dua jalur akses sekaligus, dengan tambahan infrastruktur pendukung seiring semakin dalamnya lokasi pencarian serta terbatasnya udara di area tersebut.
Untuk menjaga keselamatan tim, Freeport mengoperasikan alat berat, termasuk loader dengan kendali jarak jauh, sehingga risiko yang dihadapi para petugas dapat diminimalkan.
“Penggalian dari dua jalur akses tetap dilanjutkan, dengan tambahan infrastruktur pendukung karena lokasi semakin dalam dan udara semakin terbatas.
Katri menambahkan, seluruh pihak di Freeport Indonesia berharap pencarian terhadap lima pekerja yang masih terjebak dapat segera menemukan hasil.
“Kami mengajak semua pihak untuk terus mendoakan dan memberi dukungan moral agar kelima rekan kami segera ditemukan,” tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








