Disindir Menkeu Soal Kilang, Dirut Pertamina: Ini Masukan Berharga

AKURAT.CO Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri buka suara perihal perkataan Menteri Keuangan Purbaya Yuhdi Sadewa tentang pembangunan kilang di Tanah Air.
Adapun, Purbaya mengkritik PT Pertamina yang dianggap malas untuk membangun kilang di Indonesia. Hal ini dikatakan oleh Purbaya saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR, Selasa (30/9/2025) lalu.
Simon menyebut perkataan Menkeu Purbaya menjadi masukan yang berharga bagi Pertamina dan perkataan tersebut akan menjadi pemacu pihaknya untuk meningkatkan kinerja.
“Kalau kemarin kita sempat mendengar Pak Menteri Keuangan menyampaikan bahwa mungkin tidak banyak kilang yang dibangun, tentunya itu menjadi masukan berharga buat kami,” kata Simon dalam acara detiksore on location di Sarinah, Selasa (7/10/20225).
Baca Juga: Kementerian ESDM Kirim Tim Selidiki Insiden Kebakaran Kilang Pertamina Dumai
Simon menyebutkan pihaknya terus mendorong pembangunan kilang di dalam negeri. Bahkan, dirinya menuturkan dalam waktu dekat salah satu kilang Pertamina di Balikpapan akan mulai beroperasi.
“Mudah-mudahan di bulan November, tanggal 10 November adalah kita akan mulai on stream proyek Refinery Development Masterplan Program (RDMP) Balikpapan,” tambah Simon.
Lebih lanjut, Simon menjelaskan dengan beroperasinya RDMP Balikpapan akan meningkatkan kapasitas pengolahan kilang dan mengurangi impor migas Indonesia.
Tak hanya itu, produksi yang akan dihasilkan dari kilang Balikpapan akan lebih baik dan ramah lingkungan dari produksi kilang sebelumnya.
“Produk yang dihasilkan nanti akan setara dengan Euro 5 yaitu kadar sulfur di bawah 10 ppm,” tutur Simon.
Diberitakan sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengkritik PT Pertamina yang dianggap malas untuk membangun kilang di Tanah Air.
Hal ini dikatakan oleh Purbaya saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR, Selasa (30/9/2025) lalu.
Dalam rapat tersebut, Purbaya menyebutkan penyebab subsidi energi terus naik dari tahun ke tahun adalah impor BBM termasuk solar dan diesel senilai puluhan miliar dolar AS per tahun. Impor ini terus berjalan puluhan tahun dikarenakan tidak adanya kilang yang dibangun.
"Kita pernah bangun kilang baru enggak? Enggak pernah. Sejak krisis sampai sekarang enggak pernah bangun kilang baru," kata Purbaya beberapa hari lalu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









